Terbaru
KOMANDO KETUA KAMMI 2025 DALAM POLITIK KAMPUS UNS
Politik kampus kerap direduksi maknanya, seolah hanya berkutat pada aksi massa dan organisasi mahasiswa. Padahal, realitanya jauh lebih kompleks. Sejarah panjang gerakan mahasiswa menunjukkan bahwa “sumbu-sumbu politik kampus” tidak pernah lahir secara spontan, melainkan hasil dari strategi yang terstruktur, rencana yang terukur, dan intervensi kekuasaan.
REKTOR UNS: POLITIK KAMPUS SAMA DENGAN POLITIK NEGARA
“Politik kampus ini kita maknai istilahnya sebagai suatu serangkaian aktivitas, kegiatan, kemudian juga advokasi di kampus yang dilakukan oleh mahasiswa dalam pemahaman atau dengan tujuan belajar mengelola kekuasaan. Belajar untuk bagaimana mahasiswa itu berorganisasi, menyampaikan aspirasi, kemudian juga bagaimana mahasiswa memperjuangkan kepentingannya, sama sebenarnya dengan politik negara itu kan sebenarnya mengelola kekuasaannya untuk tujuan tertentu.”
KETIKA KRITIK TANPA WAJAH: DILEMA AKUN ANONIM DI RUANG KAMPUS
Cara berkomunikasi manusia modern tidak lagi bisa dilepaskan dari media sosial. Kita sepakat bahwa internet telah berhasil mendistribusikan atau barangkali mendemokratisasi informasi. Perkembangan platform digital juga turut memodifikasi cara kita untuk melacak, memperoleh, dan menyebarkan informasi. Salah satu fenomena menarik di media sosial, terkhusus Instagram, adalah keberadaan akun anonim.
BEM SAMA DENGAN BADAN EVENT MAHASISWA?
Mahasiswa sebagai entitas kolektif yang rentan terfragmentasi membutuhkan satu simbol representasi yang mampu menyalurkan aspirasi serta mengkritisi kebijakan institusional. Dalam konteks ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memiliki posisi politis dalam demokrasi kampus. BEM memegang mandat sentral dalam artikulasi kepentingan mahasiswa. Namun, eksistensi BEM Universitas Sebelas Maret (UNS) kian terasa berjarak dan kehilangan esensi pergerakan, seakan BEM tidak jauh berbeda dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya yang mengedepankan program kerja dan acara unggulan daripada sebagai lembaga eksekutif kampus.
APATISME MAHASISWA UNS TERHADAP POLITIK KAMPUS UNS
Partisipasi mahasiswa pada politik kampus merupakan unsur penting dalam kehidupan kampus sebagai ruang pembelajaran politik. Organisasi mahasiswa menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengasah jiwa kepemimpinan, mengembangkan minat-bakat, dan membangun kesadaran terhadap isu sosial baik dalam kampus maupun dunia luar. Sesuai pembahasan ini, student government seharusnya menjadi wadah representasi aspirasi mahasiswa sekaligus menjadi penyelenggara pendidikan politik.
DEMOKRASI SEMU DALAM PEMILU UNS 2025
Pemilihan umum (pemilu) mahasiswa selama ini diposisikan sebagai instrumen utama dalam membangun legitimasi student government di Universitas Sebelas Maret (UNS). Berdasarkan mekanisme ideal, mahasiswa sebagai konstituen diberi ruang untuk menentukan arah kepemimpinan dan memastikan bahwa roda kekuasaan berputar atas dasar kehendak bersama. Dengan demikian, ruang kompetisi gagasan yang sehat tanpa sekat menjadi terbuka.
