> Ruang Sastra > Puisi

Puisi

Preambul

Preambul   Gugup berumah harap Menghirup kehampaan lalui jendela keasingan jelma kecipak ikan-ikan kecil nubuat bercik di pinggiran gelas kaca   di cawan setengah kasat mata itu puisi sebatang bunga pongah oleh derap nisbi prasangka yang ia kira sawah rumah bagi padi-padi yang mekar di kehidupan   berbenah atau sekadar …

Baca Selengkapnya »

Hari Ibu

Puisi melumer di sela-sela kesibukan yang kerap  nubuat picik   Di hadapan penggorengan, ibu-ibu sibuk membolak balik ponsel yang tenggelam- timbul di antara deru minyak goreng yang dioplos entah oleh siapa di tahun kehidupan yang mana   : Anakku memberi hadiah lipstik dan eye shadow : Anakku memberi cucu yang …

Baca Selengkapnya »

Menjaga Nama Baik

Berita Palsu Pagar-pagar rumah semakin tinggi. Menjadi pembatas antara diri sendiri dengan dunia luar yang tak pernah bisa terkendali. Namun mengenali dan mengendalikan orang lain bisa dilakukan melalui pesan-pesan instan dan berantai. Tanpa sua, jumpa, dan tanpa suara.   Berita-berita semakin beringas. Doa dirapal untuk meredam. Berendamlah dalam kubangan kata-kata. …

Baca Selengkapnya »

Ramadan

Puisi-puisi Rizka Nurlaily Mualifa   Ramadan surau-surau penuh sesak oleh tilawah anak-anak dusun yang seperti tiada jengah berkumuh berkah solo, 2017     Di Rumah bapak ibu gelisah bila anak gadisnya urung membelah dhommah tanwin dan fathah solo, 2017     Kota sebagai anak gadis ibu bapak yang pungkasan aku …

Baca Selengkapnya »

Puisi-Puisi M. Lutfi dan Dimas Ridho W.S

Di Mana Kau? Oleh : Muhammad Lutfi   Dimana kau ketenangan, Yang selalu hadir dalam gairah perjuangan Membakar emosi yang tak kunjung padam   Dimana kau keajaiban, Yang ada di saat detik-detik pengibaran Dari panji-panji kemerdekaan   Dimana kau air dan kesejukan, Yang membasuh jiwa dengan lembut Memadamkan setiap api …

Baca Selengkapnya »

Angkringan Surealis

Kami sedang sedikit rehat Pada secangkir kopi hitam pekat Yang ditenggak, habis penat Dalam cepatnya waktu terlewat   Kami jelata kecil yang terhimpit Genggam elan walau sedikit Buang asa hanya ke langit-langit Agar esok kami tak lagi sempit   Kami sedang menimang nasib malang Pada sebatang rokok ampang Yang dihisap, …

Baca Selengkapnya »