Konfigurasi Kuasa Ormek dalam Politik Kampus UNS
Dalam dinamika politik kampus di Universitas Sebelas Maret (UNS), kontestasi student government melalui pemilihan umum (pemilu) mahasiswa tidak pernah berdiri sendiri. Di balik proses elektoral yang tampak formal, terdapat berbagai aktor yang turut memengaruhi arah dan dinamika kekuasaan, baik dari dalam maupun luar struktur resmi kampus. Selain organisasi intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) yang memiliki legitimasi formal, organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) juga hadir sebagai kekuatan yang tidak dapat diabaikan.
Miniatur Pemerintahan yang Retak: Krisis Student Government UNS
Pada era rezim Prabowo–Gibran yang tercatat memberangus ‘mahasiswa’ menjadi tahanan politik pasca aksi Agustus–September 2025, isu politik kampus di Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi agenda genting pula untuk dievaluasi strukturnya. Mengapa demikian, sebab para pembuat keputusan di jajaran student government UNS seharusnya tak tebang pilih, selayaknya orasi yang membara saat aksi-aksi bernegara, bahwa politik yang dalam bahasan ini menyangkut kampus bukanlah wadah keterampilan pribadi semata, melainkan menanggung kemaslahatan mahasiswanya.
Kampus Sebagai Arena Kontestasi Kuasa
Kampus seringkali dianggap sebagai ruang yang netral. Tempat ilmu pengetahuan berdiri di atas segala kepentingan, dan mahasiswa hadir sebagai subjek yang bebas berpikir tanpa intervensi kuasa. Dalam bayangan ideal ini, politik seolah berada di luar pagar akademik, jauh dari ruang kelas, organisasi, dan kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Majalah Edisi Khusus XIV Tahun 2026: Produksi Kuasa Politik Kampus UNS
Majalah Edisi Khusus Edisi XIV Tahun 2026: Produksi Kuasa Politik Kampus UNS
Kehidupan Mahasiswa Rantau: Survive Menghadapi Lika-Liku Perkuliahan dan Hidup Mandiri
Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka yang paling diminati di Indonesia. Daya tariknya tidak...
