Brosur program LARASKA yang disediakan di lokasi pelaksanaan, Kelurahan Pinang Ranti Jakarta Timur. Foto: Tim Magang ANRI Ilmu Sejarah FIB UNS

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Bersama ANRI Dukung Pelestarian Arsip Keluarga Melalui LARASKA

Tim Magang Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sebelas Maret (UNS), mendukung pelaksanaan program Layanan Restorasi Arsip Keluarga (LARASKA) pada 12—13 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar di Kelurahan Pinang Ranti, Jakarta Timur. Program ini diikuti oleh sebanyak 55 orang yang merupakan masyarakat sekitar yang ingin merawat dokumen-dokumen berharga mereka. Terdapat berbagai jenis arsip, mulai dari ijazah, kartu keluarga, buku nikah, BPKB motor, hingga berbagai dokumen penting lainnya dibawa untuk bisa mendapatkan layanan perawatan dari petugas.

LARASKA merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian dan Perlindungan Arsip (P2A) ANRI sejak beberapa tahun sebelumnya sebagai wujud dari pelayanan publik di bidang kearsipan. Dengan kolaborasi dari Unit Restorasi dan Reproduksi, program ini berfokus pada upaya perbaikan, perawatan, dan penyelamatan arsip keluarga yang rusak baik akibat usia, penyimpanan, ataupun lingkungan. Melalui LARASKA, ANRI hadir langsung di tengah masyarakat dalam memberikan layanan untuk memastikan arsip-arsip keluarga tetap terjaga. 

Pada program LARASKA 2026, Tim Magang ANRI Ilmu Sejarah FIB UNS turut dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaannya. Mahasiswa ikut membantu baik dalam pendampingan kepada masyarakat selama kegiatan, dokumentasi, dan pemberian layanan. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung pada mahasiswa dalam memahami bagaimana pelayanan publik di bidang kearsipan dilaksanakan di masyarakat.

Mulyono, sebagai salah satu  panitia penyelenggara LARASKA menyambut baik keikutsertaan mahasiswa magang dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, selain untuk meningkatkan skill terkait pengelolaan arsip sebagaimana yang menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan kegiatan magang, keterlibatan mahasiswa juga dapat memperluas jangkauan informasi dari program LARASKA kepada masyarakat.

“Untuk mengetahui program LARASKA itu seperti apa, dan bisa menyebar luaskan informasi programnya. Juga menambah pengalaman dan skill mahasiswa magang di ANRI,” ujar Mulyono saat diwawancarai.

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan terkait tata cara penyimpanan arsip keluarga. Pada sesi ini, masyarakat diberikan pemahaman untuk tidak melaminasi dokumen-dokumen mereka karena lapisan plastik yang menempel dapat merusak fisik arsip. Sebagai alternatif, enkapsulasi menjadi pilihan yang disarankan karena melalui metode ini bahan pelindung transparan tidak langsung menempel pada permukaan arsip sehingga kondisi dokumen tetap terjaga. Sebagai bagian dari pelayanan, petugas juga menyediakan layanan enkapsulasi di tempat secara langsung bagi masyarakat yang berminat dengan kuota maksimal 3 arsip per orang. Layanan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang ingin membuat dokumen mereka lebih awet dan dapat tersimpan dalam jangka panjang.

Proses enkapsulasi arsip oleh petugas. Foto: Tim Magang ANRI Ilmu Sejarah FIB UNS

Sayangnya, sejumlah arsip yang dibawa oleh warga ternyata sudah dilaminasi sebelumnya, karena warga sekitar belum mendapatkan sosialisasi terkait perawatan pada dokumen-dokumen arsip keluarga. Kondisi tersebut membuat dokumen yang ada tidak dapat dienkapsulasi karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan jika lapisan laminasi dilepas. Meskipun demikian, petugas tetap memberikan layanan berupa digitalisasi arsip sehingga dokumen-dokumen tersebut tetap dapat diakses jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan.

Dokumentasi warga Kelurahan Pinang Ranti, Jakarta Timur yang mengikuti kegiatan LARASKA. Foto: Tim Magang ANRI Ilmu Sejarah FIB UNS

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan perawatan dan pelestarian arsip keluarga. Sebab dokumen-dokumen tersebut menyimpan berbagai informasi berharga yang dapat digunakan sebagai bukti identitas, kepemilikan, dan perjalanan hidup baik seseorang maupun keluarganya. Oleh karena itu, LARASKA tidak hanya berperan bagi masyarakat sekitar dalam memberikan edukasi, tetapi juga membantu warga dalam merawat arsip keluarga agar kondisinya tetap terjaga.

 

 

Penulis : Tim Magang ANRI Ilmu Sejarah FIB UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy