Dokumentasi bersama dosen pembimbing penelitian. Foto: Dok. Pribadi

Mahasiswa UNS Kembangkan Inovasi Bioplastik Berbasis Potensi Lokal untuk Kemasan Bumbu Mie Instan Melalui Program Indofood Riset Nugraha

Mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sebelas Maret (UNS), Danur Dwi Fitriatama, berhasil menjadi penerima pendanaan Indofood Riset Nugraha (IRN) 2025/2026. Program yang diselenggarakan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini bertujuan mendukung penelitian mahasiswa yang mampu menghadirkan inovasi bagi pengembangan sektor pangan. Pada periode 2025/2026, IRN mengusung tema “Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”. Melalui program tersebut, Danur mengembangkan penelitian mengenai bioplastik berbasis agar dari rumput laut Gracilaria sp. dan selulosa limbah padat kulit durian (Durio zibethinus) sebagai alternatif kemasan bumbu mie instan yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si., M.Si. dan Dr.rer.nat. Maulidan Firdaus, S.Si., M.Sc., dosen Program Studi Kimia FMIPA UNS. Penelitian berfokus pada pemanfaatan agar dari rumput laut Gracilaria sp. dan selulosa yang diisolasi dari limbah padat kulit durian (Durio zibethinus) sebagai bahan baku utama bioplastik. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati dan limbah agroindustri Indonesia.

Indonesia memiliki potensi sumber daya hayati yang melimpah, termasuk rumput laut dan limbah hasil pertanian yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, penggunaan plastik berbasis petrokimia sebagai kemasan pangan masih mendominasi dan menjadi salah satu penyumbang permasalahan lingkungan karena sulit terurai. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan material kemasan berbasis bahan baku terbarukan yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. 

Dalam proses pengembangannya, formulasi bioplastik dioptimalkan menggunakan metode Response Surface Methodology–Box Behnken Design (RSM-BBD) dengan memvariasikan konsentrasi agar, selulosa, dan gliserol. Formulasi optimum dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan ekstrak kulit durian (Durio zibethinus) sebelum dilakukan berbagai pengujian karakteristik untuk mengevaluasi sifat fisik, mekanik, dan stabilitas material yang dihasilkan.

Pengujian karakteristik termal bioplastik menggunakan TGA/DTA. Foto: Dok. Pribadi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik yang dikembangkan memiliki karakteristik yang mendukung penggunaannya sebagai kandidat kemasan bumbu mie instan. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan rumput laut dan limbah kulit durian  (Durio zibethinus) berpotensi menjadi alternatif bahan baku kemasan yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

“Indonesia memiliki sumber daya hayati yang sangat melimpah, tetapi belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Melalui penelitian ini, saya mencoba mengembangkan rumput laut dan limbah kulit durian (Durio zibethinus) menjadi bioplastik sebagai alternatif kemasan bumbu mie instan yang lebih ramah lingkungan. Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan nilai tambah bahan lokal sekaligus mendukung pengembangan kemasan pangan yang lebih berkelanjutan,” ujar Danur.

Melalui partisipasinya dalam Program Indofood Riset Nugraha 2025/2026, Danur berharap penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan kemasan pangan berbasis biomassa lokal serta mendorong lahirnya inovasi yang mendukung keberlanjutan sektor pangan di Indonesia.

 

 

Penulis : Danur Dwi Fitriatama

Editor : Muthiara ‘Arsy