Diburu-buru pulang karena terbentur aturan jam malam kampus, hingga bayang-bayang derap sepatu satpam yang siap mengusir, rasanya sudah terlalu biasa. Namun, bagaimana kalau yang memburu-buru kepulangan itu justru sesuatu yang tak kasat mata?
Ketika matahari membenamkan sinarnya dan sebagian mahasiswa mulai menutup lembaran hari, Nirisa Afni Naila Muazara masih berjibaku di balik stand dimsum di Z-Corner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Universitas Sebelas Maret (UNS). Meski tangannya sibuk membereskan printilan hari itu, pikirannya sudah melayang ke tugas kuliah yang sudah menunggunya untuk disapa. Bagi mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2024 di UNS ini, harinya terasa tidak pernah selesai begitu saja.
Malam itu tampak hidup dengan lampu panggung yang menyoroti berbagai pertunjukan seni yang silih berganti. Auditorium Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Surakarta penuh dengan riuhnya tepuk tangan penonton, yang terpukau pada setiap pertunjukkan. Momen pada malam itu terbingkai dalam sebuah acara bernama Malam Apresiasi Sastra yang akrab dikenal dengan sebutan Malapsas. Kegiatan tersebut merupakan agenda seremonial yang diadakan oleh Himpunan Keluarga Besar Mahasiswa Sastra Indonesia setiap satu tahun sekali.
Kring-kring-kring. Suara bel sepeda kembali terdengar memeriahkan jalanan Solo, Jumat (01/05/2026). Deringan bel sepeda itu bukan sekadar bunyi penanda, tetapi memang ditujukan sebagai pengingat. Peringatan itu sudah digaungkan berulang kali bahwa ada kelompok pengguna jalan yang selama ini ada, tapi belum diakui.
Suasana ramai dan penuh aktivitas terlihat di area samping kantor pemerintah daerah lama Kabupaten Sragen pada Sabtu (19/04/2026). Acara Night Market yang digelar mulai pukul 18.00 hingga 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) ini menjadi salah satu titik keramaian yang dipadati masyarakat untuk menikmati suasana malam Minggu.