Suasana ramai yang menyelimuti serangkaian kegiatan yang ada di kawasan Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi, Surakarta pada Minggu (07/06/2026) pagi saat itu terasa sedikit berbeda di salah satu sudutnya. Di antara tenda-tenda kuliner jalanan dan langkah kaki masyarakat yang sedang berolahraga, sebuah booth dengan dekorasi balon-balon ungu dan convex mirror tampak mencuri perhatian. Sebuah kampanye penggalang donasi yang berbasis interactive campaign dengan tema “YKI Fun-raising Day” ini memancarkan energi yang ceria, hangat, dan penuh harapan. Kampanye interaktif ini diusung oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Surakarta.
Penggalangan Dana dan Ruang Interaktif
Tim agensi periklanan dari mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi UNS memilih jalan yang jauh lebih segar dalam membentuk sebuah aksi penggalangan dana. Mereka menyulap booth YKI Surakarta menjadi sebuah wahana interaksi yang hangat, mengubah narasi donasi menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan.
Setiap pengunjung yang menyalurkan kepeduliannya tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Mereka diajak menyelami isu kanker lewat cara yang kasual, mulai dari mengabadikan momen di convex mirror yang instagramable, hingga memutar otak dalam games edukatif seperti tebak “Mitos atau Fakta” dan “Flip the Ribbon”.

Pendekatan ini memang sengaja dirancang agar wawasan terkait kanker terasa lebih dekat dan bersahabat bagi masyarakat awam. “YKI Fun-raising Day ini bukan sebuah campaign donasi biasa. Audiens yang berdonasi tidak hanya memberikan uang saja, tapi juga mendapatkan pengalaman seru dari games dan berkesempatan membawa pulang hadiah merchandise yang lucu-lucu,” ungkap Reisha Aulia Milano (19), Ketua Panitia YKI Fun-raising Day.
Lebih dari Sekadar Konsep dan Teori
Lebih dari sekadar tugas mata kuliah biasa, kehadiran kampanye sosial interaktif ini terbentuk melalui perencanaan komunikasi strategis serta konsep kreatif yang matang oleh tim agensi periklanan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2023. Berada di tahun ketiga perkuliahan, para mahasiswa tidak lagi hanya bergulat kepada teori, melainkan terjun langsung menjawab tantangan nyata di lapangan.

“Mata kuliah ini sangat menantang karena ketika berhadapan langsung dengan klien, kami dituntut untuk bisa berpikir lebih luas daripada sekadar textbook (buku teks) yang dipelajari di kelas,” ungkap Reisha. Bagi Reisha dan tim kreatifnya, proyek ini adalah wadah pembuktian untuk keluar dari zona nyaman akademis. Tantangan terbesarnya bukan sekadar mengumpulkan audiens, melainkan merumuskan strategi periklanan yang solutif. Ide-ide liar di kepala harus diubah menjadi sebuah rencana komunikasi yang strategis untuk menyasar target audiens YKI Surakarta.
Aksi Nyata Kepedulian Bersama
Strategi komunikasi yang dirancang tim mahasiswa terbukti ampuh memikat perhatian pengunjung CFD yang awalnya hanya berniat berolahraga atau sekadar mencari sarapan pagi. Nurfadilah (22), salah satu warga Surakarta, mengaku langkah kakinya terhenti secara sukarela karena daya tarik visual booth yang eye catching.
“Warnanya lucu. Terus ada papan doa harapan buat para pasien kanker yang bikin penasaran,” ungkap Dila. Tak sekadar mampir, Dila juga ikut menyalurkan donasi, berfoto, hingga mencoba permainan “Flip the Ribbon”. Melalui game interaktif inilah, edukasi perlahan disisipkan. Dila yang awalnya tidak familiar dengan wawasan terkait kanker, diajak menyadari bahwa isu ini perlu mendapat perhatian lebih. Sebagai bentuk apresiasi atas donasinya, ia pulang membawa senyum dan merchandise lucu seperti stiker dan gantungan kunci berbentuk gambar animasi kucing.

Sensasi positif yang sama juga dirasakan oleh Arya Danindra (22). Bagi Arya, pengemasan kampanye yang diinisiasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS ini sukses mendobrak stigma bahwa isu penyakit harus selalu dibalut dengan nuansa melankolis atau memelas.
“Pembungkusan acaranya menarik, ada balon-balon dan cermin. Suasana booth ini sama sekali tidak mencerminkan kesan sedih, melainkan sukses melakukan destigmatisasi terhadap kanker, jadi terlihat jauh lebih cheerful dan justru menggambarkan sebuah harapan.” puji Arya.
Bagi pengunjung seperti Arya dan Dila, berpartisipasi dalam YKI Fun-raising Day memberikan ruang bagi mereka untuk ikut ambil bagian dalam isu kemanusiaan lewat cara yang paling membumi. “Ada perasaan senang bisa ikut berpartisipasi, bisa sedikit membantu dan meringankan lewat donasi,” tambah Arya.
Kebersamaan Wujudkan Harapan
Antusiasme dan solidaritas yang terjalin manis di tengah hiruk-pikuk CFD pagi itu bermuara pada satu tujuan mulia. Seluruh dana kepedulian yang terkumpul dari interactive campaign ini disalurkan langsung untuk menunjang kelangsungan operasional Rumah Singgah YKI Surakarta. Fasilitas ini merupakan penginapan persinggahan sementara yang sangat krusial bagi para pasien kanker beserta pendampingnya dari luar kota selama menjalani masa pengobatan di Surakarta.

Ketua YKI Cabang Surakarta, Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.O.G, Subsp. Onk., memberikan apresiasi tertingginya. Beliau menyadari bahwa inisiatif kreatif dari generasi muda ini sukses membawa dampak kemanusiaan yang jauh lebih luas dari yang dibayangkan.
“Kami dari YKI bersyukur dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS. Yang kami nilai bukan hanya besarnya rupiah, tetapi tentang kepeduliannya. Kepedulian dari adik-adik mahasiswa yang menjalankan acara ini sukses meningkatkan empati masyarakat luas. Hal ini pada akhirnya akan membina kepribadian seseorang menjadi lebih peka dan peduli terhadap sesama,” ungkap Heru.
Lebih jauh, Heru menyoroti mengapa kehadiran kampanye yang mengedepankan komunikasi strategis seperti ‘YKI Fun-raising Day’ ini sangat urgen. Ia memaparkan fakta bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan, khususnya terkait cancer awareness, saat ini masih menjadi tantangan yang curam.
Rendahnya jangkauan edukasi terbukti dari minimnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Angka capaian deteksi dini di Surakarta saat ini baru merangkak di kisaran 10 persen dan masih membentang jarak yang sangat jauh dari target ideal nasional yang seharusnya menyentuh 70 persen. Oleh karena itu, sinergi berkelanjutan bersama mahasiswa seperti ini menjadi langkah akselerasi yang krusial bagi YKI untuk mengikis kesenjangan edukasi tersebut, sekaligus mewujudkan visi besar bersama yaitu menjadikan Surakarta sebagai Cancer Friendly City (Kota Ramah Penderita Kanker).

Sebagai penutup dari kampanye yang penuh makna tersebut, Heru menitipkan pesan penuh optimisme bagi seluruh pejuang kanker di luar sana. Sebuah pengingat manis bahwa diagnosis penyakit bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan kolektif yang siap didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pasien dengan kanker itu selalu ada harapan untuk sembuh. Let’s keep hope alive, we stand by you,” pungkas Heru memberikan pesan motivasi yang mendalam. Hari itu, di bawah cerahnya langit Surakarta, sekelompok mahasiswa komunikasi tidak sekadar berhasil menggalang dana, namun sukses menghidupkan kembali nyala harapan bagi mereka yang tengah berjuang.
Perjuangan melawan kanker adalah langkah kolektif yang membutuhkan dukungan kita bersama. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar program edukasi, dukungan operasional Rumah Singgah, maupun penyaluran donasi kemanusiaan, masyarakat dapat terhubung langsung melalui Instagram resmi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Surakarta di @soloyki dan @rumahsinggahykisolo.

