Perempuan harus berdaya!
Ingat, perjuangan Kartini tuk kita semua.
Kata-kata durjana.
Lahir tanpa cela.
Tak sudi pula untuk percaya.
Itu hanyalah penipuan belaka.
Sudah kali ke-36 Kelompok Kerja Teater Tesa memberikan ruang bagi potensi jati diri dalam latihan alamnya atau yang mereka sebut sebagai LATAL. Peringatan XXXVI kali ini, teater yang cukup ternama terkhususnya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret itu, mempersembahkan pentas pasca LATAL pada 10 Januari 2026 lalu.
Di tengah rintik gerimis pada Sabtu (10/01/2026) malam, Kelompok Kerja Teater Tesa sukses mementaskan Pentas Pasca Latal bertajuk “PROLOG” di Sanggar Teater, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sebelas Maret (UNS). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan fokus seni teater di lingkungan FIB tersebut sudah dikenal aktif mementaskan berbagai judul garapan sejak pertama kali didirikan pada 1987. Dalam kesempatannya kali ini, Teater Tesa menyambut tahun 2026 dengan serangkaian penampilan pembacaan puisi yang dilanjutkan dengan pementasan dari dua naskah lakon, yaitu “Cinderela” dan “Sukma”.
Berawal dari pengalaman saya beberapa kali berbincang santai lalu mengarah ke diskusi politik dengan berbagai kalangan, kurang lebih satu tahun mengamati, hingga saya menemukan sebuah pola yang “unik”. Generasi tua cenderung pro Prabowo-Gibran, sedangkan generasi muda malah cenderung kontra.
Buih aksi demonstrasi di Indonesia pada 2025 sebagai kritik atas berbagai permasalahan masa pemerintahan Prabowo-Gibran tidak menghilang begitu saja. Teror kepada jurnalis hingga penangkapan aktivis menjadi buntut yang memburu hingga awal tahun 2026.
Sejarah Konflik Palestina-Israel Konflik internasional antara Palestina dengan Israel terhitung telah memasuki bulan ke-25 sejak penyerangan Hamas kepada...