> Kentingan > Bazar ESA’S Fair Ramai Pengunjung, Stan Pemira Sepi Pencoblos

Bazar ESA’S Fair Ramai Pengunjung, Stan Pemira Sepi Pencoblos

Funtastic Bazaar hari kedua (7/3) yang diselenggarakan English Student Association (ESA) dalam rangkaian acara ESA’s Fair ramai pengunjung. Acara ini diselanggarakan  selama tiga hari di Lobi Gedung E Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.

Tema yang diusung ESA kali ini adalah GREAT, akronim dari  ‘Grow Your Extraordinary Talent Through ESA’s Fair’. “Selain akronim tadi, great berarti besar, seperti harapan kami di ESA’s Fair 2012 agar bisa  luar biasa ramai seperti hari ini,” papar Raditya Mohamad, ketua panitia ESA’s Fair 2012.

Puncak keramaian pengunjung terjadi saat jam istirahat siang.  Beberapa pengunjung tidak hanya mahasiswa FKIP saja, tetapi juga fakultas lain seperti Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), hingga Fakultas sastra dan seni Rupa (FSSR) pun ikut meramaikan.

Para penjaja stan makanan yang pada hari pertama baru habis pukul 16.00 WIB, hari ini sudah mengemas dagangannya sebelum pukul 14.00 WIB. Begitu pula  dengan stan tato hena dan pakaian yang sudah merapikan stannya lebih awal dari hari sebelumnya. “Hari kedua lebih baik dari kemarin, pengunjung lebih ramai.  Pukul 14.00 WIB es potjong  saya pun sudah habis,” ungkap Johan, salah satu pengisi stan bazar.

Selain stan makanan dan pakaian, bazar ini juga diiringi live music yang digelar saat istirahat siang.  Sementara itu,  di lantai 2 gedung E terdapat galeri untuk memajang hasil karya mading.

Kontras dengan stan-stan yang diselenggarakan ESA, stan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang letaknya di dalam gedung E tampak sepi pencoblos. Hanya segelintir mahasiwa yang mampir untuk memberikan suaranya. Padahal hari ini merupakan hari pertama Pemilihan Umum Raya (Pemira) UNS.

Mayoritas mahasiswa mengabaikan acara tersebut karena alasan lupa, bahkan menganggap tidak penting.”Aku gak terlalu minat acara begituan. Aslinya aku gak peduli siapa nanti yang jadi presidennya,” ungkapTyas,  salah satu mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris. (Anna Rachman)

Baca Juga

Tuhan di Semangkuk Kwetiaw

PUISI-PUISI RIZKA NUR LAILY MUALLIFA       Tuhan di Semangkuk Kwetiau     Waktu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *