Mahasiswa KKN Kelompok 46 UNS Susun Booklet Profil Desa Tritih Lor: Mengenal Potensi Desa Lebih Mudah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) telah melaksanakan program berupa penyusunan booklet profil Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Booklet ini merupakan pusat informasi yang memuat objek vital, produk UMKM, hingga objek wisata unggulan yang berada di Desa Tritih Lor.

Penyusunan booklet ini dilatarbelakangi oleh banyaknya potensi desa yang belum terdokumentasikan dalam satu media sehingga dapat diakses masyarakat. Merespons isu tersebut, mahasiswa sebagai surveyor dan mapper melakukan observasi, dokumentasi, dan audiensi dengan pemerintah desa serta masyarakat sekitar untuk memberikan informasi mengenai potensi desa yang lebih ringkas dan mudah diakses.

Booklet ini memuat berbagai informasi mengenai Desa Tritih Lor, mulai dari profil desa, objek vital, pelayanan masyarakat, mata pencaharian, hingga potensi yang dimiliki.

Mengenal Sejarah dan Arah Pembangunan Desa

Booklet bertajuk “Kompas Lor” ini diawali dengan penjelasan mengenai sejarah terbentuknya Desa Tritih Lor. Nama Tritih sendiri berasal dari sebuah pohon unik yang ditemukan oleh Mbah Jaga Desa di daerah Mbontos Saliwangi, penghujung Kali Tritih, yang kemudian menjadi asal-usul penamaan wilayah tersebut. Wilayah Desa Tritih Lor sendiri baru berdiri sebagai desa administratif mandiri sejak pemekaran pada tahun 1998.

Selain sejarah, booklet ini turut mencantumkan visi desa untuk menjadi desa yang mandiri dan sejahtera, yang diwujudkan melalui lima misi utama, di antaranya penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, pembangunan yang adil dan merata, serta pemberdayaan masyarakat sesuai potensi dan kemampuan desa.

Informasi Layanan hingga Objek Vital Nasional

Sebagai pusat informasi, booklet ini merangkum sejumlah objek pelayanan masyarakat yang tersebar di Desa Tritih Lor, mulai dari Balai Desa, Puskesmas Jeruklegi 1, Masjid Mukiyem Islamiyati, hingga jenjang pendidikan formal dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat. Setiap objek dilengkapi informasi lokasi, jam operasional, dan kontak yang dapat dihubungi masyarakat maupun pengunjung.

Booklet ini juga memuat informasi mengenai keberadaan objek vital nasional di wilayah Desa Tritih Lor, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional. Dua objek vital yang tercatat yaitu Bandar Udara Tunggul Wulung yang dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, serta Dynamix Clay Quarry milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang menjadi kawasan pertambangan bahan baku produksi semen.

Potensi Wisata dan UMKM Jadi Daya Tarik Booklet

Dalam bidang pariwisata, booklet menampilkan sejumlah destinasi unggulan Desa Tritih Lor, seperti kawasan wisata religi Panembahan Tunggul Wulung, Taman Makam Pahlawan Sureng Rono yang menjadi tujuan ziarah keluarga ahli waris, hingga Pertamina Tritih Golf & Country Club yang terbuka bagi masyarakat umum dengan tarif bermain golf mulai dari Rp350.000.

Berbagai usaha meliputi Alif Shop Cilacap yang menjual grosir perlengkapan rumah tangga, Angkringan Milenial dengan aneka gorengan dan bakar-bakaran, Warung Mie Ayam Pak Amir “Mugi Barokah”, Snack dan Catering Bu Wahyu, hingga Garasi Gen Z yang menyajikan menu kekinian seperti kopi dan ramen turut dicantumkan lengkap dengan lokasi dan kisaran harga, sehingga memudahkan masyarakat maupun wisatawan yang ingin berkunjung.

Melalui penyusunan booklet “Kompas Lor” ini, mahasiswa KKN Kelompok 46 UNS berharap masyarakat, wisatawan, maupun investor dapat lebih mudah mengenal potensi yang dimiliki Desa Tritih Lor. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung promosi dan digitalisasi informasi desa agar lebih dikenal luas.

Penulis : Tim KKN 46 UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy