Foto bersama warga sekitar di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Ngermak, Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Dok. Pribadi

Dari Galon Bekas hingga Biopori: Mikoriza 2026 Hadirkan Inovasi Pertanian Sederhana untuk Masyarakat Karanganyar

Mikoriza 2026, kegiatan pengenalan program studi dan sosial masyarakat yang dilakukan mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan bersama warga di sekitar Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Ngermak, Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk menerapkan ilmu pertanian sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Satu Galon, Dua Fungsi: Wadah Tanam dan Sistem Biopori

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemanfaatan galon dan toples bekas menjadi bagian dari sistem budidaya tanaman. Galon yang sudah tidak digunakan dipotong dan dibentuk menjadi wadah tanam, kemudian pada bagian sisinya dibuat tiga lubang sebagai tempat penanaman sehingga menghasilkan sistem tanam miring. Tanaman yang digunakan terdiri atas tomat, cabai, dan terong dengan tanah sebagai media tanam, sedangkan bibit durian ditambahkan sebagai tanaman tahunan yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka waktu lebih panjang. Di dalam galon tersebut ditempatkan toples bekas yang dimanfaatkan sebagai wadah biopori dan menjadi bagian dari sistem yang terintegrasi dengan tanaman. Pemanfaatan kedua barang bekas tersebut membuat satu galon memiliki dua fungsi, yaitu sebagai wadah tanaman sekaligus ruang bagi sistem biopori, sehingga barang yang sebelumnya tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Konsep ini menjadi salah satu bagian menarik dari kegiatan sosial Mikoriza 2026 karena menggabungkan pemanfaatan barang bekas dengan sistem tanam dalam satu wadah. Penempatan biopori di dalam galon diharapkan dapat mendukung proses penguraian bahan organik di sekitar area tanaman. Melalui konsep tersebut, mahasiswa mencoba menghadirkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan barang yang tersedia di lingkungan sekitar.

Proses pembuatan pot dengan sistem tanam miring dan biopori di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Ngermak, Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Dok. Pribadi

3R sebagai Langkah Kecil untuk Lingkungan

Kegiatan sosial masyarakat Mikoriza 2026 mengangkat prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui pemanfaatan kembali galon dan toples bekas. Barang-barang tersebut tidak langsung menjadi limbah, tetapi dimanfaatkan sebagai bagian dari sarana budidaya tanaman dan sistem biopori. Penerapan konsep ini menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang memiliki fungsi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Selanjutnya, kegiatan ini dilengkapi dengan pemberian dua jenis pupuk untuk mendukung perawatan tanaman di dalam galon dan perawatan biopori. Pemberian tersebut menjadi bagian dari upaya agar masyarakat tidak hanya menerima hasil kegiatan, tetapi juga memiliki bekal untuk melanjutkan perawatan setelah kegiatan selesai.

Belajar, Berbagi, dan Membawa Perubahan

Kegiatan sosial masyarakat menjadi salah satu bentuk implementasi nilai yang dibawa dalam Mikroriza 2026. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan di bidang pertanian melalui kegiatan yang sederhana dan aplikatif.

Pemanfaatan galon sebagai wadah tanam dan toples sebagai bagian dari sistem biopori menunjukkan bahwa inovasi pertanian tidak selalu membutuhkan sarana yang kompleks. Dengan memanfaatkan barang yang tersedia di sekitar, mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan sarana budidaya yang memiliki fungsi lebih panjang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Penulis : Mahasiswa Agroteknologi FP UNS 2026

Editor : Muthiara ‘Arsy