Persoalan stunting masih menjadi tantangan kesehatan di Desa Tlogo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan data survei pada Oktober 2025, tercatat sebanyak 289 kasus stunting di desa tersebut, dengan 36 kasus di antaranya telah dinyatakan tertangani. Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan perbaikan gizi anak masih perlu terus diperkuat secara berkelanjutan di tingkat desa.
Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dari Kelompok 166 menginisiasi program penyuluhan pencegahan stunting dengan menggandeng Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukoharjo II Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Posyandu Widodo di Balai Dukuh Plintaran, Desa Tlogo, Selasa (20/01/2026), sebagai bagian dari agenda rutin pemantauan tumbuh kembang balita yang selama ini telah berjalan setiap bulan.
Seperti biasa, balita terlebih dahulu menjalani penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pencatatan perkembangan. Setelah sesi rutin tersebut, sekitar 20 ibu balita dengan rentang usia anak 6 bulan hingga 2 tahun mengikuti penyuluhan dan demonstrasi memasak. Skrining peserta dilakukan untuk memastikan materi dan praktik menyasar kelompok usia yang tepat, yakni periode krusial 1.000 hari pertama kehidupan.
Materi pencegahan stunting disampaikan oleh Yolalisa Citra Amalia, A.Md.Gz., ahli gizi dari UPTD Puskesmas Sukoharjo II Kabupaten Wonosobo. Ia menekankan pentingnya asupan protein hewani dalam mendukung pertumbuhan anak, terutama pada masa Makanan Pendamping ASI (MPASI) ketika kebutuhan zat gizi semakin meningkat.
“Hati ayam, yang merupakan protein hewani, sangat baik untuk peningkatan gizi pada balita,” jelas Yolalisa. Ia menambahkan, pengolahan bahan tersebut dapat disesuaikan dengan usia anak, terutama dalam hal tekstur makanan, para ibu dapat menyesuaikan tingkat kelembutan MPASI sesuai tahap perkembangan masing-masing balita.

Gagasan itu kemudian diterjemahkan dalam praktik. Mahasiswa KKN 166 UNS mendemonstrasikan pembuatan nasi tim hati ayam sebagai contoh menu MPASI bergizi, terjangkau, dan mudah dibuat sendiri di rumah. Tidak hanya menyaksikan, para ibu juga melihat langsung proses memasak hingga penyajian. Setiap anak yang hadir menerima satu porsi MPASI yang telah disiapkan sebelumnya dan para ibu dapat menyesuaikan takaran dan tekstur yang tepat sesuai usia buah hatinya.
Bidan Desa Tlogo, Eny Widyastuti, A.Md.Keb., turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penimbangan hingga sesi demonstrasi memasak sebagaimana dalam setiap pelaksanaan posyandu rutin. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan pemantauan berkala. Edukasi yang aplikatif dengan melibatkan ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam pemberian makan anak menjadi langkah kecil untuk mendukung tumbuh kembang generasi mendatang.
Penulis : Kelompok KKN 166 UNS
Fotografer : Novita Dwi Anggraini
Editor : Muthiara ‘Arsy

