Pemandangan berbeda terlihat di tribun pada pertandingan Persis (Persatuan Sepakbola Indonesia) Solo versus Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya) di Stadion Manahan, Kota Solo pada Sabtu (09/05/2026). Ribuan penonton hadir mengenakan pakaian batik sebagai bentuk adaptasi adaptasi suporter di tengah pembatasan penggunaan atribut klub Persis Solo. Meski tidak membawa identitas suporter Persis Solo seperti biasanya, suporter tetap berupaya menjaga atmosfer pertandingan agar tetap kondusif.
Penggunaan batik oleh suporter pada pertandingan Persis Solo versus Persebaya adalah bentuk respons terhadap sanksi dari Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap Persis Solo. Sanksi ditetapkan setelah adanya tingkah laku buruk suporter Persis Solo saat pertandingan melawan Persijap (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jepara) pada 5 Maret 2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kabupaten Jepara. Sanksi yang dijatuhkan salah satunya adalah penutupan sebagian stadion sebanyak dua kali pertandingan saat menjadi tuan rumah dengan penonton tanpa memakai dan membawa atribut klub Persis Solo.
Menanggapi sanksi tersebut, Manajemen Persis Solo mengunggah ketentuan kehadiran di akun Instagram @persisofficial. Pertama, penonton tidak diperkenankan untuk membawa atau menggunakan atribut klub dalam bentuk apa pun ke dalam area stadion. Kedua, seluruh penonton disarankan mengenakan pakaian batik sebagai bentuk identitas di tribun.
Di tengah pembatasan yang berlaku, suporter tetap berupaya menunjukkan dukungannya. Fenomena ini menarik perhatian karena menunjukkan solidaritas penonton dalam mendukung klub tanpa melanggar aturan. Tidak hanya menjadi alternatif atribut, batik juga merepresentasikan identitas budaya Kota Solo. Kehadiran batik di tribun secara tidak langsung turut membawa identitas budaya lokal ke dalam atmosfer pertandingan. Banyak foto dan video yang beredar di media sosial setelah pertandingan karena dianggap menghadirkan atmosfer yang berbeda dari pertandingan biasanya.

Potret suporter Persis Solo yang memakai baju batik ketika menonton pertandingan melawan Persebaya pada Sabtu (09/05/2026) di Stadion Manahan, Kota Solo. Foto: @persisofficial
Azizan (21), salah satu suporter pertandingan Persis Solo versus Persebaya saat ditemui langsung di Stadion Manahan, Kota Solo memberikan tanggapannya terhadap pemaknaan penggunaan batik. “Bisa merubah suasana nonton bola jadi makin berkesan dan sangat jawani sesuai dengan karakter Kota Solo yang berbudaya,” ucapnya saat diwawancarai pada Sabtu (09/05/2026).
Suasana tribun saat pertandingan berlangsung tetap ramai, solid, dan penuh dukungan, meski tidak adanya atribut khas dan chant (nyanyian) dari suporter. Penggunaan batik menciptakan pemandangan baru dan berbeda dari laga-laga biasanya. Penonton juga merespons dengan baik atas penggunaan batik.
Dengan dihadiri 7.941 penonton, pertandingan ditutup dengan hasil akhir imbang 0-0 antara Persis Solo versus Persebaya. Kehadiran batik di tribun Stadion Manahan menjadi warna tersendiri dalam pertandingan Persis Solo musim ini. Hal ini juga menunjukan solidaritas dan dukungan dari suporter tetap dapat menjaga atmosfer pertandingan secara positif di tengah pembatasan yang berlaku.
Penulis : Abigail Eilien Soesanto
Editor : Muthiara ‘Arsy

