Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) antara Tim Riset Kimia Universitas Sebelas Maret dengan University of the Philippines Diliman melalui Zoom Meeting. (Foto: Humas UNS)

Riset Kimia UNS-UP Diliman: Philippine Dukung SDG ‘Nol Kelaparan’ Melalui Pengembangan Senyawa Antibakteri dan Antikanker

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Marine Science Institute, University of the Philippines Diliman, kembali memperkuat jejaring riset internasional melalui forum diskusi yang berfokus pada ancaman bakteri patogen dalam rantai makanan dan meningkatnya resistensi antibiotik menjadi tantangan serius bagi keamanan pangan dan kesehatan masyarakat global. Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama peneliti dari Marine Science Institute, University of the Philippines Diliman, mengembangkan turunan senyawa pirazin sebagai kandidat agen antibakteri dan antikanker baru. Kegiatan ini terselenggara dalam kerangka International Research Network Program EQUITY –  The Impact Rankings 2025, yang memperoleh dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan keamanan pangan sekaligus berkontribusi pada pencapaian target Nol Kelaparan dalam Sustainable Development Goals (SDG 2).

Pirazin merupakan senyawa yang telah lama dikenal dalam bidang farmasi dan industri pangan. Struktur cincin pirazin diketahui menjadi kerangka dasar berbagai obat klinis, Dalam penelitian ini, modifikasi struktur pirazin dilakukan menggunakan metode microwave-assisted synthesis, yang memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat, hemat energi, serta dapat menggunakan pelarut ramah lingkungan atau bahkan tanpa pelarut. Pendekatan ini selaras dengan prinsip kimia hijau (green chemistry) yang menekankan efisiensi energi dan keberlanjutan proses kimia.

Pada program riset tersebut, tim UNS terdiri dari Dr. Widiastuti Agustina E.S., S.Si., M.Si., sebagai ketua, dengan anggota Dr.rer.nat. Sri Mulyani, M.Si., dan Dr. Muhammad Hizbul Wathon, S.Pd., M.Sc., serta melibatkan mahasiswa: Shakira, Ima, Dina, Celi dan Puput. Kolaborasi ini juga melibatkan peneliti dari University of the Philippines Diliman, yaitu Prof. Lilibeth A. Salvador-Reyes, Ph.D.

Ketua tim peneliti dari UNS, Dr. Widiastuti Agustina E.S., S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menghasilkan kandidat senyawa bioaktif baru yang dapat berkontribusi pada sektor kesehatan dan keamanan pangan.

“Penelitian ini berupaya mengembangkan turunan pirazin dengan aktivitas antibakteri dan antikanker menggunakan pendekatan sintesis yang lebih ramah lingkungan. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan kandidat obat baru sekaligus mendukung keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, para peneliti berharap dapat memperkuat jejaring riset internasional sekaligus menghasilkan inovasi ilmiah yang berkontribusi pada keamanan pangan dan kesehatan masyarakat di masa depan.

 

Penulis : Humas UNS

Fotografer : Humas UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy