Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, menyampaikan keterangan terkait rangkaian Hajad Dalem Dhaup Ageng G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo dan KPH FX Adimas Rosdian dalam konferensi pers di Pura Mangkunegaran, Senin (2/11/2026). LPM Kentingan/Nisa Maftuha

Intip Rangkaian Dhaup Ageng Gusti Sura dan KPH FX Adimas Rosdian, Sejumlah Acara Terbuka untuk Umum

Pura Mangkunegaran akan menggelar rangkaian Hajad Dalem Dhaup Ageng G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dengan KPH FX Adimas Rosdian pada 3–7 November 2026. Dhaup Suci di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan berlangsung secara privat, sedangkan Pahargyan pertama diperuntukkan bagi tamu VVIP dan keluarga. Masyarakat umum dapat menyaksikan Kirab Pengantin pada 7 November serta mengikuti Mangayubagyo Dhaup Ageng pada 6–8 November.

Gusti Sura merupakan putri dalem KGPAA Mangkoenagoro IX dan GKP Mangkoenagoro IX (Prisca Marina Haryogi Supardi), sekaligus kakak kandung Pengageng Mangkunegaran saat ini, KGPAA Mangkoenagoro X. Sementara itu, KPH FX Adimas Rosdian merupakan putra ketiga dari KP Yustinus Soeroso dan Ibu Yustina Rahyuni Soeroso. 

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, menyampaikan bahwa keluarga Mangkunegaran menyambut bahagia pernikahan tersebut. Pasalnya, Dhaup Ageng kembali diselenggarakan setelah 18 tahun sejak hajatan serupa terakhir digelar pada 2008. Keluarga juga ingin membagikan kebahagiaan tersebut dengan masyarakat sekitar melalui rangkaian kegiatan yang terbuka untuk umum.

“Kami sangat senang karena akan menambah keluarga baru. Kami sangat antusias dan bahagia tentunya karena setelah 18 tahun tidak ada Dhaup Ageng. Kami ingin membagikan kebahagiaan ini tidak hanya di keluarga Mangkunegaran saja tetapi juga ingin masyarakat di sekitar Mangkunegaran juga turut memberikan doa pangestu kepada kedua mempelai,” ujar Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti dalam  konferensi pers yang diadakan pada 2 November 2026.

Rangkaian Dhaup Ageng

Rangkaian acara dimulai pada Selasa (3/11/2026) melalui prosesi Sengkeran di Bale Warni atau area Keputren. Prosesi ini menjadi masa bagi calon pengantin putri menjalani masa sengker atau berada di dalam kamar sebagai bagian dari persiapan menuju pernikahan. 

Pada Rabu (4/11/2026), rangkaian dilanjutkan dengan pemasangan Bleketepe dan Tuwuhan serta Adang Sepisan di Bangsal Tosan dan Jayengan. Prosesi tersebut menjadi bagian dari persiapan tempat dan penyambutan tamu. Pada hari yang sama, prosesi Nyantri dilaksanakan di Pendapa Ageng kemudian menuju ke Dalem Prangwedanan sebagai tahapan penerimaan calon pengantin pria di lingkungan Mangkunegaran.

Selanjutnya, Kamis (5/11/2026), dilaksanakan prosesi Langkahan dan Siraman. Langkahan merupakan bentuk penghormatan sekaligus permohonan izin calon pengantin putri kepada kakaknya yaitu GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Lalu, dilanjutkan dengan prosesi siraman di Pracimayasa untuk calon mempelai putri. Sementara itu, calon mempelai kakung akan mengadakan siraman di kediamannya. Rangkaian hari tersebut ditutup dengan prosesi Midodareni pada malam hari di Bale Warni dan Pendapa Ageng.

Puncak rangkaian pernikahan berlangsung pada Jumat (6/11/2026). Kedua mempelai akan menjalani Dhaup Suci di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan secara privat. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi Panggih di Pendapa Ageng dan Dalem Ageng, kemudian Pahargyan atau resepsi pertama di Pendapa Ageng.

Kirab dan Mangayubagyo yang Terbuka untuk Umum

Rangkaian berikutnya berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) yaitu Kirab Pengantin yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Kedua mempelai akan mengikuti kirab menggunakan kereta Glasslandauer dengan iring-iringan bregada. Rute kirab dimulai dari Gerbang Selatan Pura menuju Jalan Ronggowarsito – Jalan Prof Dr. Supomo – Jalan Slamet Riyadi – Jalan Diponegoro dan kembali melalui Gerbang Selatan Pura. Masyarakat dapat menyaksikan kirab di sepanjang rute yang telah ditentukan dengan tetap mengikuti arahan petugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Selain Kirab Pengantin, Mangkunegaran juga menggelar Mangayubagyo Dhaup Ageng pada 6–8 November 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran. Kegiatan ini berlangsung setiap hari pukul 18.00–22.00 WIB dengan mengusung tema “Srawung Kabagyan” dan semangat “Sumambung ing Rasa, Nyawiji ing Pangestu”.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari beberapa kabupaten, Kawedanan Langen Praja, serta kolaborator lainnya. Setiap harinya, Mangkunegaran juga menyiapkan sekitar dua ribu porsi Segahan Pahargyan untuk dibagikan kepada masyarakat dan yayasan sosial di Solo.

Rangkaian Mangayubagyo turut menghadirkan pertunjukan wayang kulit dari Kawedanan Langen Praja pada 7 November sekitar pukul 21.00 WIB dalam rangka Hari Wayang Nasional. Sementara itu, pada 8 November pukul 18.30 WIB, akan digelar pemutaran film bersama komunitas yang mengundang dua ratus anak dari sejumlah yayasan sosial di Solo. Kegiatan pemutaran film tersebut juga terbuka untuk umum.

Melalui rangkaian Dhaup Ageng ini, Mangkunegaran membuka kesempatan bagi masyarakat untuk turut menyaksikan dan merayakan hajatan keluarga sekaligus mengenal tradisi budaya yang masih dijaga hingga saat ini. “Tentunya nanti ada kegiatan-kegiatan di lapangan pamedan tanggal enam sampai delapan November, semoga bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Surakarta. Jadi, tidak hanya kami yang berbahagia tetapi masyarakat di sekitar Mangkunegaran,” ujar Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti.

 

 

Reporter : Nisa Maftuhaturrohmah

Editor : Muthiara ‘Arsy