Tim mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan Program Hibah Pembelajaran Berdampak melalui skema Asistensi Mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tasikmadu dan Desa Kalijirak, Kabupaten Karanganyar. Mengusung tema “Implementasi STEM–ESD dalam Pembelajaran IPA Berbasis SDGs 4, 13, dan 15 untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Murid SMPN 2 Tasikmadu”, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDGs 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.
Pembelajaran IPA berbasis STEM–ESD diterapkan kepada 288 murid SMP Negeri 2 Tasikmadu melalui integrasi isu keberlanjutan dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan mencakup observasi lingkungan sekolah, pendampingan pembelajaran, pengembangan media, serta aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan konsep IPA terhadap fenomena di lingkungan sekitar.
Berbagai kegiatan literasi sains dilaksanakan melalui pengamatan lingkungan, diskusi kelompok, penyelidikan sederhana, pembuatan infografis, pengembangan media edukatif, dan presentasi hasil karya. Kegiatan tersebut mendorong murid mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Partisipasi murid juga meningkat melalui keterlibatan aktif dalam berdiskusi, menyampaikan pendapat, kerja kelompok, serta pemecahan masalah di lingkungan sekitar.
Program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Desa Kalijirak melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mencakup Sosialisasi Parenting, Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF), Edible Landscape Desa, Literasi Low Carbon, Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Herbal Care, Pemeriksaan Mata bagi Anak, Eco Craft, Sosialisasi Siaga Bencana, dan Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan (GEMAS). Program-program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Kegiatan Sosialisasi Parenting memberikan edukasi kepada orang tua mengenai kesehatan mental anak dan pentingnya pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Program Budidaya Maggot BSF memperkenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi sumber pakan alternatif yang bernilai ekonomis sekaligus membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Kegiatan Edible Landscape Desa mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga melalui penanaman berbagai jenis sayuran dan tanaman produktif.
Program Literasi Low Carbon mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Kegiatan Kebun TOGA dan Herbal Care memperkenalkan manfaat tanaman obat keluarga serta cara pemanfaatannya untuk mendukung kesehatan masyarakat. Pemeriksaan Mata bagi Anak memberikan pelayanan skrining kesehatan mata sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan penglihatan sejak usia dini. Program Eco Craft mengedukasi murid sekolah dasar mengenai pengelolaan sampah plastik melalui pembuatan berbagai produk kerajinan yang bernilai guna.
Program Sosialisasi Siaga Bencana diselenggarakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Kegiatan meliputi edukasi mengenai jenis-jenis bencana, langkah mitigasi, tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, serta pentingnya perencanaan evakuasi dan kesiapsiagaan keluarga. Program ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat sehingga lebih tanggap dan siap menghadapi kondisi darurat.
Pelaksanaan program Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan (GEMAS) mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, serta penyampaian informasi mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Program GEMAS berfokus pada tingkat kepedulian masyarakat terhadap kondisi kesehatan serta menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan.
Seluruh rangkaian kegiatan memperoleh respons positif dari sekolah, murid, masyarakat, dan mitra yang terlibat. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat sasaran, program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara langsung. Melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak, mahasiswa Pendidikan IPA FKIP UNS berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Tim Asistensi Mengajar Synapse
Editor: Muthiara ‘Arsy
