Site icon Saluran Sebelas

Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berkelanjutan Melalui Budidaya Maggot di Desa Tiyaran

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris gelar ‘Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot’ di Balai Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Dok. Pribadi

Pada Jumat (22/05/2026), Tim Hibah Pembelajaran Berdampak Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terdiri atas sembilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot di Balai Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang dibimbing oleh Hefy Sulistyawati, S.S., M.Pd. ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak masyarakat karena pengelolaan yang kurang optimal dapat menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan populasi hewan pembawa penyakit, serta menurunkan kualitas kebersihan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 memperkenalkan budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF) sebagai alternatif pengolahan sampah organik yang efektif dan ramah lingkungan. Selain mampu mengurai limbah organik dengan cepat, maggot juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak unggas dan ikan yang kaya akan protein.

Sebagai implementasi dari upaya tersebut, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah organik berbasis maggot bagi masyarakat Desa Tiyaran. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengenal alternatif pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Pelatihan berlangsung di Balai Desa Tiyaran dan diikuti oleh masyarakat yang tertarik mempelajari pemanfaatan maggot sebagai alternatif pengolahan sampah organik secara lebih mendalam.

Wiyono selaku perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta menyampaikan materi pada kegiatan ‘Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot’ di Balai Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Dok. Pribadi

Materi pelatihan disampaikan oleh Wiyono, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan konsep dasar budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), manfaat maggot dalam mengurangi volume sampah organik, serta potensi ekonominya sebagai sumber pakan ternak dan ikan yang kaya protein. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada tahapan budidaya maggot, mulai dari persiapan media, pemilihan pakan, perawatan, hingga proses panen.

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui penyampaian materi dan praktik budidaya maggot, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan sampah organik yang dapat mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan secara mandiri. Di sisi lain, kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026, Pemerintah Desa Tiyaran, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta, serta masyarakat Desa Tiyaran. Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata kerja sama berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Leaflet panduan ‘Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)’ di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Sumber: Dok. Pribadi

Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan sampah organik di Desa Tiyaran. Sebagai upaya untuk mendukung penerapan materi yang telah disampaikan, tim Hibah Pembelajaran Berdampak memberikan leaflet panduan budidaya maggot serta melakukan pendampingan secara berkala kepada masyarakat yang berminat mengembangkan budidaya maggot secara mandiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah organik yang bernilai ekonomi bagi masyarakat Desa Tiyaran.

 

 

Penulis : Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 (ID 1631)

Editor : Muthiara ‘Arsy

Exit mobile version