Site icon Saluran Sebelas

Dari Hand Sanitizer hingga Jamu, KKN Literasi UNS 94 Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Juwok Manfaatkan Daun Sirih dan Jeruk Nipis

Anggota KKN Literasi UNS 94, Fitriya Yolan Pratiwi (Olla), menyampaikan materi pembuatan hand sanitizer berbahan alami kepada ibu-ibu PKK Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Senin (3/8/2026).

Sosialisasi pembuatan hand sanitizer alami digelar oleh Tim KKN Literasi UNS 94 di ruang serbaguna Kantor Kelurahan Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada Senin (3/8/2026). Sebanyak 20 orang dari ibu-ibu PKK hadir sejak pukul 13.30 WIB.

Desa Juwok adalah salah satu desa di Kecamatan Sukodono yang mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian, sehingga masyarakat setempat sudah akrab dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Berangkat dari kedekatan itulah, Fitriya Yolan Pratiwi (Olla), salah satu anggota Tim KKN Literasi UNS 94, mengangkat tema pemanfaatan daun sirih dan jeruk nipis sebagai bahan dasar hand sanitizer.

“Aku ingin ibu-ibu bisa memanfaatkan bahan-bahan disekitar mereka menjadi hal yang bermanfaat, seperti pemanfaatan daun sirih dan jeruk nipis untuk hand sanitizer,” ucap  Olla saat diwawancarai.

Rebusan beberapa daun sirih yang mudah diperjualbelikan di pasaran ditambah dengan perasan jeruk nipis sebagai bahan pembuatan hand sanitizer justru menarik perhatian yang berbeda dari ibu-ibu PKK Desa Juwok. Alih-alih hanya melihatnya sebagai cairan pembunuh kuman, sebagian dari mereka justru mencicipi dan saling membagikannya, karena mirip dengan jamu yang sering mereka temui.

Kandungan Alami di Balik Daun Sirih dan Jeruk Nipis 

Olla dalam pemaparannya menjelaskan alasan daun sirih dan jeruk nipis sebagai bahan utama cairan antibakteri tersebut. Daun sirih dipilih karena merupakan salah satu bahan alami yang bersifat antibakteri dan antiseptik alami. 

Selanjutnya, jeruk nipis juga memiliki kandungan aktif seperti flavonoid, asam sitrat, minyak atsiri, dan zat lain yang dapat menghambat pertumbuhan kuman di kulit. Meski istilah-istilah kandungan tersebut masih terdengar asing bagi sebagian ibu-ibu PKK, presentasi yang dikemas menarik melalui power point membuat mereka tetap antusias dalam menyimak penjelasan hingga akhir. 

Praktik pembuatan hand sanitizer. Anggota KKN Literasi UNS 94, Fitriya Yolan Pratiwi (Olla), bersama ibu-ibu PKK Desa Juwok mempraktikkan proses pembuatan hand sanitizer berbahan daun sirih dan jeruk nipis di ruang serbaguna Kantor Kelurahan Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Senin (3/8/2026).

Praktik Bersama, Suasana Makin Akrab

Sesi pemaparan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan hand sanitizer yang dipandu Olla dengan bantuan ibu-ibu PKK yang secara sukarela ikut turun tangan serta anggota Tim KKN lainnya untuk menyiapkan kompor, panci kukusan, saringan, dan peralatan pendukung lainnya.

Proses pembuatan diawali dengan pemotongan daun sirih menjadi kecil-kecil, kemudian dikukus bersama air selama kurang lebih 30 menit hingga airnya berubah warna menjadi kehijauan. Setelah rebusan didinginkan, jeruk nipis ditambahkan ke dalam larutan tersebut yang kemudian dikemas di botol spray kecil. Ketika proses penungguan cairan hijau yang dihasilkan dari daun sirih, mereka menanyakan lebih lanjut soal bahan yang digunakan, bahan yang bagi mereka lebih akrab sebagai minuman ketimbang sebagai penangkal kuman. 

Lurah Desa Juwok mengambil rebusan daun sirih untuk dibagikan kepada peserta dalam kegiatan pembuatan hand sanitizer alami yang digelar KKN Literasi UNS 94 di Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Senin (3/8/2026).

Rebusan yang semula hanya menjadi bagian dari demonstrasi pun membuat kegiatan ini hanya menjadi sesi praktik saja. Akan tetapi, hal tersebut menciptakan suasana interaksi yang lebih akrab antara mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK Desa Juwok. Acara ditutup dengan pembagian produk hand sanitizer yang telah dikemas oleh tim KKN Literasi UNS 94 kepada seluruh peserta untuk dibawa pulang, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, KKN Literasi UNS 94 tidak hanya memperkenalkan cara alternatif untuk membuat hand sanitizer alami saja. Akan tetapi, mendorong masyarakat untuk mengenali dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi ilmu bermakna bagi masyarakat Desa Juwok, terutama ibu-ibu PKK, untuk memanfaatkan bahan alami sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan sekaligus menghindarkan tangan dari bakteri penyebab penyakit.

 

Penulis : Tamara Istiana Safit

Editor : Muthiara ‘Arsy

Exit mobile version