Tim Kuliah Kerja Nyara (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menyelenggarakan kegiatan advokasi bertajuk “Srawung Marang Tani Cilik (SEMARAK) 2025” pada Sabtu (13/12/2025) pukul 14.00–17.00 WIB di Rumah Tani, Dusun Ngampel, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan lingkungan.
Kegiatan SEMARAK 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Tim KKN UNS dengan Urban Rural Design & Conservation Lab (URDC Labo), serta melibatkan kelompok tani setempat, mahasiswa asing dari Rotterdam University of Applied Sciences, dan mahasiswa UNS. Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari anak-anak (tani cilik) serta para mahasiswa turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang dirancang secara edukatif dan interaktif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan penayangan video edukatif, dilanjutkan dengan pameran poster, permainan edukatif, serta workshop pembuatan filtrasi air sederhana yang menjadi acara utama. Permainan edukatif seperti matching memory card dan scavenger hunt diberikan untuk meningkatkan keterlibatan peserta secara langsung. Acara ini ditutup dengan sesi awarding sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi aktif.
Kegiatan utama adalah workshop filtrasi air SEMARAK 2025 dilakukan secara interaktif melalui konsep permainan scavenger hunt atau mencari harta karun. Tani cilik diajak mencari berbagai bahan filtrasi yang telah disebar dan disembunyikan, seperti kapas, batu, sabut kelapa, dan spons. Setiap kelompok mendapatkan tiga misteri yang harus dipecahkan sebagai clue untuk mengetahui titik dimana bahan berada. Setelah seluruh bahan terkumpul, mereka menyusunnya di dalam botol bekas sebagai media penyaring sederhana. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan uji coba menggunakan air kotor, sehingga tani cilik dapat melihat secara langsung perubahan air menjadi lebih jernih. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang pentingnya air bersih, tetapi juga memahami cara sederhana dalam mengolah air dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka.
Ketua Tim KKN UNS 2025 menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap pertanian melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. “Melalui kegiatan SEMARAK 2025, kami berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif sehingga anak-anak dapat memahami pentingnya pertanian dan lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang diukur melalui metode pre-test dan post-test, serta respons yang positif dari peserta. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif anak-anak selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi permainan dan workshop. Interaksi dengan mahasiswa asing juga menjadi daya tarik tersendiri yang menambah semangat dan rasa ingin tahu peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya regenerasi petani dapat terus didorong sejak usia dini, serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian dalam mendukung keberlanjutan desa.
Penulis : Tim KKN UNS 2025
Editor : Muthiara ‘Arsy

