Site icon Saluran Sebelas

“SLAMET RIYADI MEMANGGIL”: Demo 28 Oktober di Solo Ajak Elemen Masyarakat

Cr: @supersemar__ (instagram)

SOLO – Seruan aksi bertajuk “Slamet Riyadi Memanggil” direncanakan akan berlangsung di Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026 mulai pukul 15.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram @supersemar__, media pergerakan Kementerian Aksi Kreatif dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret.

Melalui unggahannya, titik aksi dipusatkan di Perempatan Gatot Subroto atau Perempatan Pasar Pon (Google Maps), titik parkir dan evakuasi di Jl. Diponegoro atau arah Pura Mangkunegaran, sementara zona larangan berada di Jl. Slamet Riyadi ke Barat.

Dalam seruan tersebut, seluruh elemen masyarakat diundang dalam agenda “Aksi Rakyat Surakarta” dengan imbauan mengenakan pakaian bebas (dresscode) dan menyimpan jas almamater di dalam tas (mahasiswa).

Akun Akspro BEM UNS tersebut juga menandai akun aliansi dari beberapa akun media BEM Fakultas seperti dari FH, FMIPA, dan FISIP.

Akun media BEM FISIP UNS, @ruangdialektik juga mengunggah seruan aksi dengan mencantumkan DO’S and DON’TS atau yang harus diperhatikan saat aksi berlangsung adalah sebagai berikut:

DO’S (yang boleh dilakukan) 

  1. Pahami tujuan aksi.
  2. Ikuti arahan korlap.
  3. Tetap bareng teman, jangan misah.
  4. Bawa perlengkapan seperlunya.
  5. Jaga privasi dan info sesama.
  6. Tetap tenang dan fokus sama tuntutan.
  7. Saling jaga dan bantu satu sama lain.
  8. Kenali jalur aman dan titik kumpul.

DON’TS (yang tidak boleh dilakukan) 

  1. Jangan gampang kepancing provokasi.
  2. Jangan bertindak gegabah.
  3. Jangan ninggalin teman sendirian.
  4. Jangan asal nyebarin info pribadi.
  5. Jangan bawa barang berbahaya.
  6. Jangan maksa teman buat ikut aksi.
  7. Jangan bikin kericuhan atau kekerasan.
  8. Jangan maksain diri kalau situasi udah nggak aman.

Gerakan Suar Perjuangan Sebelas Maret atau akun media Kementerian Akspro BEM UNS melalui katarirnya menyebut bahwa 28 Oktober sebagai Peringatan Hari Sumpah Pemuda hang menjadi momentum perjuangan lahirnya bangsa Indonesia justru berbanding terbalik dengan kondisi hari ini.

Selain di Solo, seruan aksi 28 Oktober 2026 juga terjadi di berbagai daerah seperti di Jakarta dan Yogyakarta.

 

 

 

Exit mobile version