Site icon Saluran Sebelas

Sepertinya Aku Gila

Udara yang menyusup tulang, 

Dingin tak tertahankan malam itu, 

Cahaya putih memantul pada dinding-dinding sunyi, 

Juru bicara akhirat memutar kata di atas mimbar, 

“Menikah itu ibadah, penyempurna agama,”

 

Lantas kenapa dia berkilah?

Tuturnya mengucap lagi, 

“Suami itu ibarat penggembala, gembalaannya adalah anak dan istri,”

 

Lantas kenapa dia berselingkuh? 

 

“Tidak, dia tidak selingkuh,”

Ucap wanita dengan segenggam luka, 

 

Setelah berbulir air mata jatuh

Setelah teriakan sunyi terdengar

Setelahnya dia tidak pernah mendengar kata maaf

Masihkah ia menyanjungnya sambil merangkai umpatan batin? 

 

Sekarang, katakan padaku

Siapa yang gila di sini, 

Aku yang mendengar ini? 

Atau dunia yang berpura-pura adil

 

Katakan padaku, 

Jika perlu, tampar aku

Ajari aku, bagaimana caraku percaya

Pada kisah retak yang tetap dipuja

 

Jika yang disebut wanita kuat 

Adalah yang memikul laranya sendiri, 

Yang merawat aib dengan doa, 

Sementara laki-laki yang disanjung 

Adalah ia yang menggenggam tangan lain, 

Saat wanita itu berdoa.

 

Penulis: Izzahtu Nuha Z. 

Editor: Rizky Azzahra Amallia

Exit mobile version