Site icon Saluran Sebelas

Menilik Pentas Bikin-bikin XXIV Teater Sopo

Penampilan Teater Sopo dalam Pentas Bikin-bikin XXIV - Gabrela Ganis/LPM Kentingan

Rabu malam, gedung Student Center UNS disulap menjadi sebuah panggung sederhana oleh Teater Sopo. Namanya “Pentas Bikin-Bikin”, sebuah agenda tahunan yang dilakukan sebagai penjajakan dan pengenalan mengenai seluk beluk teater khususnya kegiatan memproduksi pergelaran pentas yang dilakukan oleh Teater Sopo.  Pentas yang ke-XXIV ini mengangkat “Karsa dalam Satu Rasa” yang memiliki makna penyatuan rasa untuk menciptakan sebuah karya. Pentas ini digelar pada 13 Maret 2019 dengan penampilan dua pentas drama, yaitu “Setan dalam Bahaya” dan “Dukun-dukunan”, dari judulnya memang terlihat berkaitan, tetapi nyatanya kedua pentas sangat berbeda.

 

“Fokus permasalahan pentas pertama ini adalah mengenai emansipasi wanita, bahwa wanita tidak hanya bisa diam di rumah tanpa melakukan apapun. Wanita punya pikiran yang tidak kalah hebat, bahkan setara dengan laki-laki,” kata Dimas Prasodjo, Sutradara “Setan dalam Bahaya” ketika diwawancarai seusai pentas.

 

Selengkapnya: Setan dan Dukun: Dunia yang Sama, Namun Berbeda

 

Penyok
PENYOK. Salah satu kerangka panggung "Mata Najwa on Stage" yang penyok akibat ambruk. Hujan deras yang melanda kawasan Kentingan sejak Minggu ( 2/10) sore hingga malam membuat panggung yang berdiiri di stadion UNS tersebut ambruk. {Foto: Panji Satrio/LPM Kentingan)
Miring.
MIRING. Tiang panggung "Mata Najwa on Stage nampak miring karena ambruk. (Foto: Panji Satrio/LPM Kentingan)
Ambruk.
AMBRUK. Akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (2/10) sore hingga malam, Panggung "Mata Najwa on Stage" yang berdiri di stadion UNS ambruk. Acara yang akan langsung dipandu jurnalis Najwa Shihab tersebut, akan digelar Sabtu (8/10). (Foto: Panji Satrio/LPM Kentingan)

 

Pewarta Foto: Lintang Giftania, Gabrela Ganis

Exit mobile version