Site icon Saluran Sebelas

Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Anti Bullying Melalui Video Digital untuk Anak-Anak di Desa Ponggok

Sosialisasi Anti Bullying oleh Tim KKN 65 UNS di Balai Desa Ponggok, Klaten pada Sabtu (31/01/2026).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program edukasi anti bullying di Balai Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, dengan memanfaatkan media digital berupa video pendek pada Sabtu (31/01/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak dan remaja mengenai bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang masih sering terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Bullying atau perundungan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis yang memengaruhi rasa percaya diri, kenyamanan bergaul, hingga perkembangan mental korban. Oleh karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting agar anak-anak memahami bahwa tindakan perundungan merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN menggagas pembuatan video pendek edukatif yang memuat pesan-pesan moral mengenai pentingnya menghargai perbedaan, menjaga sikap dalam pergaulan, serta menolak segala bentuk tindakan bullying. Video tersebut dikemas dengan cerita sederhana yang menggambarkan situasi yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ejekan antarteman, tindakan mengucilkan seseorang dari pergaulan, hingga candaan berlebihan yang berpotensi melukai perasaan orang lain. Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN juga melibatkan pemuda desa sehingga kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Para pemuda turut berperan dalam proses pembuatan konten, mulai dari penyusunan konsep cerita hingga proses pengambilan gambar. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Video edukasi yang dihasilkan kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial. Pemanfaatan media digital dipilih sebagai strategi untuk menjangkau generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi dan internet. Dengan pendekatan visual yang menarik serta cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pesan anti bullying diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak maupun remaja.

Program ini juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga menilai bahwa penggunaan media digital sebagai sarana edukasi merupakan langkah yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Selain dapat menarik perhatian anak-anak, penyampaian pesan melalui video juga dinilai lebih efektif karena mudah dipahami dan dapat ditonton berulang kali. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kesadaran masyarakat mengenai bahaya bullying dapat semakin meningkat. Anak-anak dan remaja diharapkan dapat memahami pentingnya saling menghargai serta membangun hubungan pertemanan yang sehat dan positif. Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, lingkungan sosial yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan diharapkan dapat terwujud.

Selain memberikan edukasi kepada anak-anak, kegiatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa pencegahan bullying membutuhkan peran bersama dari berbagai pihak. Dukungan lingkungan sekitar sangat penting agar setiap anak dapat tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan dihargai dalam kehidupan sosialnya. Program edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang membawa dampak positif dalam membangun budaya saling menghormati di tengah masyarakat.

 

 

Penulis : Tim KKN 65 UNS

Fotografer : Tim KKN 65 UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy

 

Exit mobile version