Site icon Saluran Sebelas

Mahasiswa Hibah JARPAK 1629 UNS Wujudkan Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Ecological Citizenship di Desa Jangglengan, Nguter, Kabupaten Sukoharjo

Mahasiswa Hibah JARPAK UNS 1629, Dosen Pembimbing, dan perangkat Desa Jangglengan berfoto bersama usai penyerahan mahasiswa secara simbolis di Balai Desa Jangglengan, Senin (09/03/2026). Foto: Tim Hibah JARPAK 1629 UNS

Mahasiswa Hibah JARPAK UNS 1629, Dosen Pembimbing, dan perangkat Desa Jangglengan berfoto bersama usai penyerahan mahasiswa secara simbolis di Balai Desa Jangglengan, Senin (09/03/2026). Foto: Tim Hibah JARPAK 1629 UNS

Tim Hibah Pembelajaran Berdampak (JARPAK) Membangun Desa 1629 Universitas Sebelas Maret (UNS) telah menyelesaikan program pengabdian di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Mengusung pendekatan ecological citizenship atau kewarganegaraan ekologis, program ini bertujuan mengembangkan desa wisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Program dimulai pada 9 Maret 2026 dengan pembukaan di Balai Desa Jangglengan. Sebanyak 10 mahasiswa PPKn FKIP UNS diterjunkan dalam kegiatan yang dihadiri oleh Hafidh Al Fajri (PJ Kepala Desa), Suhari (Sekretaris Desa), Anis Suryaningsih (Dosen Pembimbing), serta perangkat desa. Dalam sambutannya, Anis Suryaningsih menekankan pendekatan kolaboratif. “Mahasiswa bukan untuk menggurui masyarakat, melainkan untuk belajar, mendengar, dan bekerja sama dengan masyarakat,” ujarnya.

Pada 29 Maret 2026, Tim Hibah JARPAK 1629 UNS menggelar sosialisasi QRIS dan NIB bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini menghadirkan Rika Indah Ayuningrum sebagai pemateri QRIS dan Michella Cleo sebagai pemateri NIB.

Roshetama Setyowati, Ketua Tim Hibah JARPAK 1629 UNS, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong digitalisasi usaha dan pemberian legalitas bagi UMKM Desa Jangglengan. “Perkembangan zaman menuntut masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan teknologi,” ujar Roshetama.

Memasuki bulan April, mahasiswa bersama warga menggelar sosialisasi dan aksi lingkungan pada 26 April 2026. Rangkaian program bertajuk “Jiwa Kartini Menyapa Bumi Pertiwi” ini meliputi penanaman pohon dan penebaran 250 bibit ikan patin di Dermaga Kampung Bengawan.

Warga dan mahasiswa Hibah JARPAK 1629 UNS 1629 melakukan aksi tanam pohon di Dermaga Kampung Bengawan, Desa Jangglengan, Minggu (26/04/2026). Foto: Ritzyinrain Expectian Trisna

Sugiarti dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada komitmen masyarakat dalam merawat dan menjaga tanaman setelah ditanam,” jelasnya.

Sutoyo, Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, turut hadir dan menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan adalah milik semua pihak. “Ini bukan tanggung jawab laki-laki saja, tetapi semua elemen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan,” tegasnya.

Pada 25 Mei 2026, tim menggelar sosialisasi literasi sosial budaya di SD Negeri Jangglengan 1 dengan tema “Merawat Keberagaman Budaya melalui Literasi Sosial Budaya”. Kegiatan ini bertujuan menanamkan rasa cinta terhadap budaya desa sejak dini. Roshetama menyampaikan bahwa Desa Jangglengan memiliki kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. “Kami ingin mengenalkan bahwa Desa Jangglengan memiliki kekayaan budaya, mulai dari gamelan, tari tradisional, gotong royong, hingga sarasehan Sabtu Kliwon,” ujarnya. Materi disampaikan secara interaktif dan dilanjutkan dengan ice breaking serta pembagian hadiah bagi siswa yang aktif.

Pada 31 Mei 2026, Civic Mancing digelar di Pemancingan Lembayung Senja. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus mengenalkan potensi pemancingan sebagai aset BUMDes. Puluhan warga antusias mengikuti lomba memancing dan sesi mancing gratis yang disediakan.

Selama dua bulan, mahasiswa juga melaksanakan magang di Pemerintah Desa dan BUMDes. Mereka mendigitalkan buku persil desa yang telah ada sejak tahun 1920, membantu kegiatan posyandu, Grebeg Jumantik, sarasehan dukuh dan desa, serta pembagian PMT dan PKD. Di BUMDes, mereka membantu operasional kolam renang dan membuat konten promosi untuk desa wisata, UMKM, dan Greenhouse.

Tim Hibah JARPAK 1629 UNS juga mengadakan lomba video branding desa wisata yang melibatkan generasi muda. Karya terbaik dinilai berdasarkan kreativitas, kualitas visual, dan efektivitas penyampaian pesan. Kegiatan ini bertujuan memperluas promosi potensi wisata Desa Jangglengan.

Suhari, Sekretaris Desa Jangglengan, mengapresiasi kontribusi mahasiswa selama program berlangsung. “Kami merasa terbantu dengan tema desa wisata berkelanjutan. Mereka telah berkolaborasi dengan baik bersama BUMDes,” ujarnya.

Yoga, selaku Pengurus BUMDes Lembayung Senja, juga menyampaikan kesan positifnya. “Kami sangat berterima kasih karena telah membantu mengangkat derajat desa kami, terutama di sektor pariwisata,” tuturnya.

Program ini mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4, 8, 9, 11, 13, 14, 15, dan 17, serta sejalan dengan Asta Cita dalam pembangunan desa, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan berakhirnya program, diharapkan Desa Jangglengan terus berkembang sebagai desa wisata berbasis ecological citizenship yang berkelanjutan.

Penulis : Tim Hibah JARPAK 1629 UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy

Exit mobile version