Site icon Saluran Sebelas

Lewat Hibah MBKM, Mahasiswa Sastra Indonesia UNS Teliti Minat Baca Anak di Tiga Sekolah Kecamatan Jebres

Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar observasi minat baca anak pada Selasa (07/04/2026). Foto: Luthfia Ramadhani

Rendahnya minat baca anak masih menjadi tantangan dalam upaya penguatan budaya literasi di Indonesia. Berdasarkan data Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Nasional tahun 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), skor kegemaran membaca masyarakat Indonesia berada pada angka 54,80, sementara Jawa Tengah mencatat skor 57,11. Meskipun termasuk dalam kategori sedang, capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan budaya membaca masih perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada anak usia sekolah dasar sebagai fondasi pembentukan kebiasaan literasi di masa depan.

Merespons kondisi tersebut, sepuluh mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan penelitian bertajuk “Alih Aksara dan Bahasa Naskah Melayu sebagai Upaya Literasi Budaya Generasi Alpha: Reaktualisasi Media Cetak dan Ruang Digital”. Pada pelaksanaannya, tim menggandeng SDN Ngoresan, SDN Jagalan 81, dan SDN Wonosaren di Kecamatan Jebres, Surakarta sebagai mitra sekaligus lokasi penelitian.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (07/04/2026) hingga Kamis (09/04/2026) tersebut melibatkan siswa kelas dua sekolah dasar sebagai responden utama. Melalui survei dan observasi, tim mengumpulkan data mengenai kebiasaan membaca, jenis bacaan yang disukai, frekuensi membaca, serta faktor-faktor yang memengaruhi minat baca anak terhadap cerita lama. Data tersebut akan digunakan sebagai referensi dalam penyusunan buku cerita bergambar anak hasil adaptasi dari naskah Melayu yang menarik dan sesuai dengan kegemaran mereka.

Tim Hibah MBKM menyadari bahwa pemilihan minat baca sebagai fokus penelitian didasarkan pada perannya yang penting dalam mendukung perkembangan literasi anak. Minat baca tidak hanya berpengaruh terhadap kemampuan memahami informasi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan kemampuan berpikir dan pembentukan karakter peserta didik.

“Observasi minat baca cerita lama didasarkan pada perannya yang penting dalam mendukung perkembangan kemampuan literasi. Observasi ini akan kami gunakan sebagai bahan acuan pembuatan buku,” ujar Nadiah Ulpa Permatasari (21) selaku Ketua Tim Hibah MBKM. Dia menambahkan bahwa minat baca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan pengetahuan.

Tim Hibah MBKM Sastra Indonesia UNS menggelar observasi penelitian di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jagalan 01, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Foto: A’isyah Sekare Ati

Langkah ini secara strategis mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4–Quality Education, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi dan penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan generasi Alpha. Di samping itu, penelitian mengenai minat baca anak terhadap cerita lama turut mendukung SDGs 11–Sustainable Cities and Communities, terutama pada aspek pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas budaya lokal melalui pengenalan cerita dalam hikayat kepada generasi muda melalui buku bacaan yang lebih relevan.

Melalui penelitian ini, Tim Hibah MBKM Sastra Indonesia UNS berupaya menghubungkan pengembangan literasi anak dengan pelestarian budaya, sehingga karya sastra lama tidak hanya terdokumentasikan, tetapi juga dapat terus dikenal, dibaca, dan dapat dimanfaatkan bagi generasi selanjutnya.

Penulis : Tim Hibah MBKM Sastra Indonesia UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy

Exit mobile version