Site icon Saluran Sebelas

Bibi Coffee: Program Unggulan Tim KKN 40 UNS untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa Wonodoyo

Tim KKN 40 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan Bibi Coffee sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah potensi kopi lokal Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan identitas visual produk, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk kopi agar memiliki identitas yang lebih kuat dan siap diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Desa Wonodoyo memiliki potensi agrikultur yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya adalah kopi yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan dengan identitas produk yang lebih kuat. Melalui program kerja ini, Tim KKN 40 UNS melakukan identifikasi kebutuhan bersama pelaku usaha kopi untuk mengetahui potensi serta kebutuhan pengembangan produk.

Tahapan program kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama pelaku usaha kopi untuk menggali informasi mengenai karakteristik produk, jenis kopi, proses pengolahan, serta konsep yang ingin ditampilkan. Hasil pengumpulan informasi tersebut menjadi dasar dalam merancang identitas visual Bibi Coffee.

Hasil desain kemasan produk Bibi Coffee di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Foto: Tim KKN 40 UNS

Membangun Identitas Bibi Coffee

Nama Bibi Coffee terinspirasi dari Bukit Bibi yang menjadi bagian dari lingkungan geografis tempat kopi di wilayah tersebut tumbuh. Konsep visual kemudian dikembangkan dengan memadukan unsur alam dan karakter lokal melalui ilustrasi pegunungan, tangkai, serta biji kopi. 

Identitas visual Bibi Coffee menggunakan perpaduan gaya modern-klasik dengan warna hijau kebiruan dan krem. Elemen tersebut dirancang untuk merepresentasikan karakter alami, kesegaran, serta keterhubungan produk dengan lingkungan dan masyarakat petani. Tidak berhenti pada logo, identitas visual tersebut kemudian diterapkan pada desain kemasan dan label produk kopi. Pengembangan kemasan dilakukan agar produk memiliki tampilan yang lebih informatif, menarik, dan memiliki ciri khas ketika dipasarkan kepada konsumen.

Dari Branding hingga Pemberdayaan Ekonomi

Pengembangan branding Bibi Coffee menjadi salah satu langkah untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan nilai tambah produk lokal. Sebelumnya, hasil pertanian masyarakat umumnya masih dipasarkan dalam bentuk hasil produksi kepada pihak lain, sehingga peluang dalam membangun poin plus melalui pengemasan dan identitas produk masih terbuka. Melalui program ini, Tim KKN 40 UNS mendampingi proses pengembangan produk, dimulai dari identifikasi potensi, penggalian informasi bersama pelaku usaha, perancangan logo dan identitas visual, pengembangan desain kemasan dan label, hingga proses pencetakan dan penerapan desain pada kemasan kopi.

Hasil perancangan tersebut kemudian dipresentasikan kepada Kelompok Tani Ngudi Mulyo sebagai bentuk pengenalan dan penyampaian hasil program kepada masyarakat. Identitas visual dan desain kemasan juga diserahkan kepada pihak terkait agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pengembangan dan pemasaran produk Bibi Coffee. Dengan adanya identitas produk yang lebih terarah, Bibi Coffee diharapkan tidak hanya menjadi produk kopi lokal, tetapi juga memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih kuat. Pengembangan identitas visual ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk secara lebih luas, termasuk melalui media digital dan pemasaran berbasis media sosial.

Tentang Tim KKN 40 UNS

Pengembangan Bibi Coffee merupakan salah satu program unggulan Tim KKN 40 UNS di Desa Wonodoyo. Melalui pendekatan desain komunikasi visual, program ini berupaya menghubungkan potensi lokal dengan kebutuhan pemasaran modern.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dengan menjadikan potensi kopi lokal sebagai produk yang memiliki identitas, nilai tambah, dan peluang pemasaran yang lebih luas, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi ekonomi Desa Wonodoyo secara berkelanjutan.

 

Penulis : Tim KKN 40 UNS

Editor : Muthiara ‘Arsy

Exit mobile version