> Kentingan > Workshop Nasional “Manajemen Media Online” di Unisri

Workshop Nasional “Manajemen Media Online” di Unisri

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Apresiasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) mengadakan Workshop Nasional, Sabtu (30/06). Dengan bertemakan Management & Prospek Media Online di Era Digital, workshop dimulai pukul 09.30 di Auditorium Unisri. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja LPM Apresiasi ini diikuti oleh mahasiswa dari LPM se-Surakarta dan mahasiswa umum dengan tujuan peningkatan kualitas bagi anggota serta mahasiswa secara umum. “Harapannya sebagai apresiasi bagi jurnalisme dan kemajuan media online yang lagi hot,“ ungkap Ayu Cholisna selaku Ketua Panitia.

Susunan acara meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan rektor Unisri dan ketua panitia workshop, materi, sesi tanya-jawab, pemberian kenang-kenangan dan penutup. Pembicara workshop adalah Iwan Triono (mantan wartawan, CEA detik.com) dan Irawan Mintorogo (owner Portal Online Timlo.net, Solo).

Materi pertama oleh Irawan Mintorogo mengenai portal Timlo.net sebagai portal lokal pertama di Solo. Media online tersebut menjadi jawaban bagi pemenuhan informasi regional, misalnya event budaya wilayah Solo. Melalui media online memberikan kemudahan bagi jarak, waktu, arsip serta kesempatan berbagi (share). Trafik Timlo.net berasal langsung dari website, refrensi blog/sosial media, dan mesin pencari. “Selain Timlo.net kami juga mempunyai Timlo.info sebagai direktori kota Solo,” jelas Irawan. Timlo.info sebagai portal informasi regional Solo, misal wisata, kuliner atau hotel.

Dilanjutkan oleh Iwan Triono mengenai managemen media online. Susunan meliputi Official, Finance, IT dan Redaksi. Official mengurusi pemberdayaan karyawan. Finance bertanggung jawab dalam keuangan. “Manfaatin sosial media harus terus dimainkan misal facebook, twitter, instagram yang lagi in,“ ujar Gawang Biru, sebutan lain Iwan. IT mengatur development dan mereset program baru. Redaksi bertugas untuk mengurusi semua isi konten dari media. ”Semua jurnalis boleh menaikan berita karena kecepatan berita,” tambahnya. Kesempatan menulis tersebut tetap berkaitan dengan alur dalam dewan redaksi. “Kalau kalian benar ingin menjadi wartawan media online jangan pernah takut bikin berita satu alinea pun,“ tambah Iwan. Berita tersebut tetap harus didukung dengan berita lain dengan angel yang lain. (Reka/Khusnun)

Baca Juga

Festival Naskah Nusantara III di UNS Masih Berlangsung

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *