> Catatan Kentingan > Website UNS belum Menjawab Kebutuhan Mahasiswa

Website UNS belum Menjawab Kebutuhan Mahasiswa

Memasuki era kemajuan teknologi komunikasi yang sangat pesat, berbagai perubahan terjadi di kehidupan kita. Perubahan ini memungkinkan terjadinya efek yang besar pula, baik efek positif maupun negatif.

Salah satu kemajuan teknologi yang sangat berpengaruh adalah adanya internet. Internet yang menyajikan berbagai informasi dan jaringan sosial yang tidak terbatas mendapat sambutan masif dari masyarakat. Di Indonesia saja, tahun ini pengguna internet mencapai  50 juta orang dari jumlah total penduduk 259 juta. Ini meningkat pesat dari tahun ke tahun yang hampir mencapai 100% per tahunnya.

Berbagai situs diakses tiap detiknya untuk menyelami dunia maya. Kondisi itu mengakibatkan munculnya berbagai situs penyedia informasi yang tidak terbendung jumlahnya. Mereka menyediakan informasi tentang segala bidang kehidupan. Dari pejabat hingga tukang becak, anak TK hingga mahasiswa dapat mengakses dengan mudah untuk mencari info apapun.

Dalam lingkup yang lebih kecil dari kita, adalah adanya web kampus yang menjadi sumber informasi bagi mahasiswa maupun sebagai pencitraan keluar kampus itu sendiri. Sebut saja Universitas Sebelas Maret (UNS), kampus kita dengan website-nya http://www.uns.ac.id/. Dalam web ini terdapat berbagai situs yang dapat diakses. Diantaranya adalah registrasi untuk pendaftaran ulang mahasiswa dan pendataan mahasiswa, siakad yang berguna sebagai penyedia info akademis, dan digilib sebagai perpustakaan online-nya UNS.

Selain itu masing-masing fakultas pun memiliki website sendiri sebagai sumber informasi yang lebih detail seputar fakultas. Dari data dosen, data mahasiswa, info fakultas, dan info akademis diunggah untuk menjadi referensi bagi para mahasiswa.

Namun adanya website ini belum serta merta dimanfaatkan penuh oleh mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tidak menjadikan website ini sebagai rujukan utama dalam mencari informasi seputar kampus. Baik pemanfaatan untuk informasi maupun dalam hubungannya dengan penunjang pendidikan.

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Yang pertama adalah masih banyaknya kekurangan yang terdapat dalam situs tersebut. Kekurangan di sini berupa konten maupun sistem. Dari segi konten, seringkali info yang diungguh tidak up date. Misalnya mengenai jadwal perkuliahan yang di up date setelah perkuliahan sudah berlangsung.

Dalam hal sistem, sulitnya akses untuk beberapa situs menjadi kendala. Misalnya akses untuk bisa men-download artikel dan jurnal dalam digilib. Banyak mahasiswa yang belum tahu mengenai cara mengunduh artikel dari situs tersebut. Kurangnya sosialisasi menjadi penyebab utama di sini.

Mahasiswa sebagai sasaran utama dari web ini, seharusnya mengetahui tentang web kampus dan pemanfaatannya. Karena dengan cara itulah tujuan dari adanya internet kampus sebagai pengembangan akademis dan networking baik internal maupun eksternal dapat maksimal. Untuk itu pengenalan tentang website kampus memang sangat dibutuhkan.

Hal lain yang juga mempengaruhi tingkat kurangnya antusias mahasiswa membuka website kampus adalah karena seringkali terjadi trouble pada sistemnya. Untuk digilib, tidak hanya kontennya yang sulit diunduh, namun juga seringkali tidak dapat dibuka sama sekali karena terjadi perbaikan. Hal ini terang sangat mengganggu mahasiswa yang menjadi penggunanya.

Akibatnya bisa menjadi sangat kompleks. Yaitu kurangnya minat mahasiswa untuk membuka website itu kembali. Dan inilah salah satu pangkal dari kurangnya pemanfaatan website sebagai salah satu referensi belajar. Perpustakaan digital atau digilib yang seharusnya mempermudah mahasiswa mencari referensi belajar mereka justru ditinggalkan karena banyaknya kekurangan dalam sistemnya.

Kekurangan yang lain misalnya siakad yang seringkali bermasalah ketika mahasiswa melakukan registrasi. Mulai dari keterlambatan jadwal untuk bisa diakses hingga gangguan akses ketika proses registrasi. Padahal, siakad menjadi hidup mati mahasiswa untuk bisa melanjutkan perkuliahan atau tidak. Untuk bisa mengajukan Kartu Rencana Studi, memilih dosen, dan mendaftarkan data diri mahasiswa harus mengakses situs ini.

Kondisi ini sangat disayangkan ketika dalam hal lain terkait peningkatan teknologi, UNS sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi blog. Blog yang salah satunya dicanangkan untuk meraih World Class University, selalu up date dan mendapat perhatian dari pihak kampus sejak dua tahun terakhir.

Ini harusnya menjadi pelajaran agar mahasiswa tidak dirugikan dengan kekurangan yang masih ada dalam website dan tujuan Universitas membuka website kampus pun bisa tercapai dengan maksimal.

Oleh: Duratun Nafisah
Pemimpin Umum LPM Visi FISIP UNS

 

 

 

 

 

Baca Juga

Celaka Asmara Mahasiswa Teknik

Oleh: Putih Sejati   DI SIANG YANG TERANG seterang senyummu, kau bisa mendapati bunga angsana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *