> Jeda > Tren Konser Kekinian: “Dheke”, Ilmu, Amal

Tren Konser Kekinian: “Dheke”, Ilmu, Amal

 

Oleh: Umi Wakhidah

 

MUSIK Kampus enggak cuma genjrang-genjreng sambil nyanyi-nyanyi. Acara yang digelar 21 Oktober 2017 kemarin ini, juga menyumbangkan sebagian dari penjualan tiketnya untuk Komunitas 1000 Guru Surakarta.

 

“Awalnya kami mencari komunitas yang bergerak di bidang pendidikan di Surakarta, dan kami menemukan komunitas yang sesuai dengan tujuan kami,” ujar Ketua Panitia Musik Kampus, Galih Al Akbar.

 

Musik Kampus merupakan rangkaian acara Artefac yang digelar mahasiswa BEM FEB UNS. Di pagelaran pertamanya tahun ini, Musik Kampus memilih Nosstress sebagai bintang tamu. . “Jarang ada charity concert di dalam kampus, jadi mungkin bisa disebut sebagai peluang,” tambah Galih. Meski demikian, jumlah uang yang disumbangkan belum begitu signifikan. “Mungkin 30 persen [dari total tiket yang terjual].”

 

Bagi para penggemar musik, konser memang jadi suatu kewajiban untuk didatangi, apalagi jika yang tampil adalah idol kesayangan. Konser juga jadi salah satu cara para musisi untuk memperkenalkan karyanya.

 

Namun, konser enggak cuma bertujuan untuk memperkenalkan karya sang artis, atau tenggelam dalam nada-nada alunan musik saja. Belakangan ini konser bertajuk amal jadi sarana promosi para penyelenggara konser. Pasalnya, dengan mengadakan konser bertajuk amal, simpati penonton diharapkan bisa lebih tinggi. Orang akan lebih tertarik menghadiri konser amal karena akan mendapat keuntungan berlipat. Keuntungan duniawi dari musisi kesayangan, dan keuntungan akhirat dari pahala beramal.

 

Selain Musik Kampus, ada juga Fiestival yang bakal digelar Jumat, 15 Desember 2017 di Argobudoyo UNS. Fiestival menampilkan Tashoora, Suarasa, The Scenesters, dan masih ada beberpa penyanyi yang akan tampil dalam konser tersebut.

 

Dalam konser Fiestival, komunitas Ketimbang Ngemis menjadi komunitas pilihan untuk konser amal Fiestival. “Sebagian dari penjualan tiket akan didonasikan untuk komunitas tersebut,” ujar Humas Fiestival, Lu’lu’i Khoirunnisa’. “Kita punya tujuan untuk mengajak generasi muda agar tidak hanya menonton konser saja, namun juga untuk membantu orang lain.”

 

Ada juga Farmtastic, konser amal yang beda dari konser lainnya. Farmtastic adalah penutupan dari rangkaian acara Dies Natalis Program Studi Peternakan UNS yang diselenggarakan 5 Desember 2017.

 

Enggak kayak konser lain yang beramal ke pihak luar, Farmtastic milih beramal ke penonton. “Kami membebaskan penonton untuk membayar atau tidak, sebagaimana mereka menghargai sebuah karya,” ujar Ketua Farmtastic, Satria Maulana Putra.

 

Konser yang menampilkan Jungkat Jungkit sebagai oengisi acara ini, awalnya ingin menyumbangkan sebagian dana yang didapat dari penjualan tiket kepada komunitas di luar kampus. Namun dengan berbagai pertimbangan dari pihak panitia, akhirnya dana tersebut dialihkan untuk membantu Usman Useng, mahasiswa Agroteknologi 2014 yang sedang terkena musibah dan membutuhkan dana untuk biaya operasi.

 

“Kita akan memberikan sebagian dari dana Farmtastic untuk membantu teman se-fakultas kita, anak Agroteknologi yang sedang membutuhkan bantuan dana untuk operasi,” jelas Satria.

 

Nah, mau nonton konser sambil beramal? Jangan lupa berilmu dulu dengan menghafalkan lagu-lagunya, juga ajak dheke agar konser dan amalmu makin kafah.[]

Baca Juga

Bukan Salah Anak Tidak Membaca, tapi Salah Kita Tidak Membacakan

  Oleh: Satya Adhi   Kalau Setyaningsih pulang dan keponakan tiga tahunnya nggelendot minta digendong, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *