> Tajuk

Tajuk

Sang Kapten dan Pak Presiden

    RUMPUT Stadion UNS memang tidak sehijau rumput Stadion Surajaya. Tapi Surajaya dan Kentingan sama-sama punya sosok yang tengah dipanggil. Satunya dipanggil Yang Kuasa, satunya lagi dipanggil yang berkuasa.   El Capitano Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal saat pertandingan melawan Semen Padang, 15 Oktober 2017. Surajaya sontak dirundung mendung. …

Baca Selengkapnya »

Paranoia Pendidikan Kita

SEBUAH drama perlu tanda tanya. Atau yang lebih tepat: para penonton dan pemeran selalu memerlukan rasa penasaran yang ditimbulkan oleh tanda tanya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS sangat jeli dalam hal itu. Sejak  28 April lalu, para pemirsa akun Instagram BEM UNS dibuat penasaran dengan gambar-gambar  yang diunggah berturut-turut dalam tiga …

Baca Selengkapnya »

Romantisme Aktivis Ekologis Kampus

SAUL ZURATAS, tokoh dalam novel Mario Vargas Llosa, Sang Pengoceh (OAK, 2016), adalah  mahasiswa terjelek sejagat raya. Ia mahasiswa Jurusan Hukum Universitas San Marcos yang kepincut pada Etnologi. Zuratas datang dari kota Lima, Peru, yang punya sungai-sungai lebar, pohon-pohon besar, sampan-sampan ringkih, gubuk-gubuk rapuh yang didirikan di atas tiang-tian pincang. Mirip …

Baca Selengkapnya »

Semar Digoda

WAH…wah. Semar sedang digoda oleh tiga gadis cantik. Ada si “bule”, si “hijau” dan si “hukum”. Akankah Semar bakal tergoda? Atau malah sebenarnya Semarlah yang kepincut dan mengejar-ngejar ketiga gadis itu?   Rizki Fitra Mahasiswa jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian 2016  

Baca Selengkapnya »

Sungai Sejarah Masih Tercemar

DI MANA letak sejarah? Suku Tuva di Rusia memiliki perspektif berbeda terkait pertanyaan ini. Mereka meyakini masa lampau alias sejarah berada di depan. Sebaliknya, masa depan ada di belakang.   Argumentasi mereka sederhana tapi cerdas. “Jika masa depan berada di hadapan kita, bukankah dapat kita lihat dengan jelas?” (National Geographic …

Baca Selengkapnya »

Reinkarnasi

AMAT rakus! Media Baru telah mengunyah, melumat, menelan jurnalisme. Mencernanya menjadi fragmen-fragmen yang terpecah. Hanya menyisakan zat residu minim makna. Ampas.   Jika media arus utama saja tersisa ampas. Jangan tanyakan nasib pers mahasiswa. Meski sempat berjaya pada 1966 hingga jelang reformasi 1998, pers mahasiswa dipaksa mengecilkan radius pangsanya. Berberat …

Baca Selengkapnya »