> Ruang Sastra > Puisi (halaman 6)

Puisi

Dia yang Mengerti

Semua hanya dalam angan Dalam dimensi kehampaan Tak secercahpun harapan Karena sakit tak terperikan   Kucoba tuk slalu tenang Meski kematian slalu membayang Waktu pun tak mungkin kuhentikan Ku kan berdiri kukuh dan berjuang   Tak seorang pun mengerti Tak seorang pun mengetahui Tak seorang pun memahami Sekalipun tuk mereka …

Baca Selengkapnya »

Untuk Sahabatku

Lebih dari sekedar teman Meski sering menyakitkan Kau lakukan tuk kebaikan   Bukan pembuktian instan Proses yang kan tunjukan Berdasar keikhlasan   Untukmu Sahabatku Kau pewarna hidupku Kan terpatri di kalbuku   Kaulah jarum kehidupan Meski menusuk dan menyakitkan Kau lakukan tuk kebaikan   (Suryani)

Baca Selengkapnya »

Hujan

Telah banyak orang memperbincangkanmu Tak jarang diantara mereka Yang mengistimewakanmu Kau dapat membuat mereka Tenggelam dalam kenangan lalu Kehadiranmu terkadang dinanti Tapi di waktu lain Mereka tak menginginkanmu Dia pernah berkata “kau selalu romantis jika datang…” Aku pun berujar “kau membuatku tiba-tiba dingin” Jika yang satu memujamu, dan menganggapmu sebagai …

Baca Selengkapnya »

Terbang

Oleh: Faifar Nur Perlahan… Jari-jari tanganku tak lagi mengapit tubuhku Perlahan… Satu demi satu jari-jari kakiku tak merasakan lembutnya tanah Perlahan… Aku mulai merasakan betapa ringan raga ini Lenganku mulai terbuka Tangankupun mulai berayun Satu kepak, dua kepak..layaknya sepasang sayap kuayunkan kedua tanganku Hingga tak ku sangka ragaku kini benar-benar menjauh …

Baca Selengkapnya »

Pesan untuk Negeri

Oleh: Yeva Fadhilah Ashari Rp 1000 = 1 buah pena Rp 100.000 = 50 buah buku Rp 1.000.000.000.000 = 100 buah gedung sekolah Wahai tikusnya Penguasa Negeri ini, Tak bisakah kau menghitung, Ada seberapa banyak 0 yang kau curi ? Tak bisa kah kau rasionalkan, Lubang-lubang hukum yang meloloskan tipudayamu? …

Baca Selengkapnya »