> Ruang Sastra > Puisi (halaman 5)

Puisi

PUISI LASINTA ARI NENDRA

SAAT KELELAHAN BERLOMBA MENGEJARMU DI JALAN RAYA : Kinanthi Anggraini   tanggungjawab tergesa-gesa membangunkanmu, kekasihku dari bujuk selimut, bantal, dan udara dingin gunung lawu rasa malas menjadi musuh utama yang kau tikam lebih dulu lalu jalan berkabut, tanjakan-turunan curam, liku berbatu   kau tunjukkan padaku tentang pelajaran hidup sepagi ini …

Baca Selengkapnya »

Sepucuk Surat

Di bulan Desember… Tak cukup sedetik mengingat senyummu Tak cukup semenit mendengar suaramu Tak cukup sehari merayakan harimu Tak cukup semalam menggapai paras wajahmu   Ketika jarak dan waktu memisahkan kita Ketika tanganmu tak lagi membelai sukmaku Hanya bisa menunggu matahari terbit dan tenggelam lagi Melihat sisa bulan sabit yang …

Baca Selengkapnya »

Untukmu

Ku tulis ini untukmu Di tengah lembah kesunyian   Ku tulis ini untukmu Di lembah kasih dan kedamaian   Apakah kau tau Kasihku laksana bunga abadi Yang tak pernah layu meski gugur dan terbengkalai   Apakah kau tahu Kasihku putih, halus, lembut, suci, lagi tulus   Aku, sekarang di sini …

Baca Selengkapnya »

Cermin Cinta

Tegak, nyata, tapi terbalik Itulah sifat sebuah cermin Sama. Sama seperti sifat cintaku pada-Mu Ya Tuhan, Terlihat nyata dan tegak, tapi terbalik   Aku bisa bilang aku mencintai-Mu Tapi aku habiskan waktuku Lebih banyak untuk memikirkan hal lain Daripada untuk memikirkan-Mu Aku bisa bilang aku merindukan-Mu Tapi aku enggan mati …

Baca Selengkapnya »

Kau Itu Siapa?

Wajahmu biasa saja Benar-benar tak istimewa Fisikmu juga lemah Benar-benar tak berdaya Tapi bagaimana bisa kau mampu mengubah tatanan dunia ?   Kau sungguh hebat tak ada dua Kau merasuk dalam jiwa manusia Dan kau merusak jiwa manusia Kau ubah perilaku mereka   Demi kau Anak rela durhaka pada orang …

Baca Selengkapnya »

Puncak Harapan

Bak mendaki sebuah gunung Pun hidup ini, satu tujuan pasti dalam genggaman Dengan kokohnya bertengger di ujung sana Puncak harapan, puncak nan abadi   Derap langkah mengiringi jalan berliku Desah napas terdengar kencang kala kesunyian mencekam Keluh kesah mendera jiwa yang letih Langkah kaki mulai terasa berat   Tubuh ini …

Baca Selengkapnya »

Terus Mencarimu

Betapa hidup ini indah tuk dilalui Jika ku berhasil menggapai mimpi Mimpi yang selalu aku nanti Meski penuh dengan relikui   Hingga suatu hari nanti Dimana aku lelah mencari Kuingatkan diriku sendiri Mencarimu tuk jalan hidup ini Mungkin telah ada interferensi   Interferensi pada celah kalbu Kurang sepadan sepadu Hingga …

Baca Selengkapnya »