> Ruang Sastra > Puisi (halaman 5)

Puisi

PUISI FAAQIH HIDAYAT

Permainan Ini   Aku terdiam disini terlena akan waktu Terperangkap dalam kabut Secercah cahayapun tak ada Dimanakah sebenarnya aku berada Bermandikan darah tubuh ini Aku yang pecundang dalam permainan ini Aku yang kalah pertempuran ini Yang lain hanya mentertawakanku Detak jatung ini yang tak mau berhenti sebelum waktunya Terus, terus …

Baca Selengkapnya »

Puisi: (Bukan) Sosialisasi oleh IMAMAH FIKRIYATI AZIZAH

(Bukan) Sosialisasi Kau bilang sekedar sosialisasi Tapi nyatanya pamer janji Nyelonong sana nyelonong sini Modal muka geregetan dan sok sangsi Karena korupsi di negeri Dan maraknya gratifikasi Apalagi di musim-musim politik Macam ini Kau bilang sekedar sosialisai Tapi nimbrung di pengajian para santri Tanpa permisi Lagi-lagi obral janji Berapa harganya, …

Baca Selengkapnya »

PUISI KINANTI ANGGRAINI

DARI NAMI ISLAND KE EVERLAND : Lasinta Ari Nendra Wibawa Ā  Sindorim station*) menyapaku, Annyonghaseyo bersama papan wisata, bertuliskan Sharanghaeyo kepala mengangguk dengan senyum tertunduk musim gugur pulau Nami, yang nyaris mengetuk   daundaun di tanganku berubah berwarna pirang berguguran di pulau kecil berbatas ribuan karang kakiku bersilang di bawah …

Baca Selengkapnya »

PUISI LASINTA ARI NENDRA

SAAT KELELAHAN BERLOMBA MENGEJARMU DI JALAN RAYA : Kinanthi Anggraini   tanggungjawab tergesa-gesa membangunkanmu, kekasihku dari bujuk selimut, bantal, dan udara dingin gunung lawu rasa malas menjadi musuh utama yang kau tikam lebih dulu lalu jalan berkabut, tanjakan-turunan curam, liku berbatu   kau tunjukkan padaku tentang pelajaran hidup sepagi ini …

Baca Selengkapnya »

Sepucuk Surat

Di bulan Desember… Tak cukup sedetik mengingat senyummu Tak cukup semenit mendengar suaramu Tak cukup sehari merayakan harimu Tak cukup semalam menggapai paras wajahmu   Ketika jarak dan waktu memisahkan kita Ketika tanganmu tak lagi membelai sukmaku Hanya bisa menunggu matahari terbit dan tenggelam lagi Melihat sisa bulan sabit yang …

Baca Selengkapnya »

Untukmu

Ku tulis ini untukmu Di tengah lembah kesunyian   Ku tulis ini untukmu Di lembah kasih dan kedamaian   Apakah kau tau Kasihku laksana bunga abadi Yang tak pernah layu meski gugur dan terbengkalai   Apakah kau tahu Kasihku putih, halus, lembut, suci, lagi tulus   Aku, sekarang di sini …

Baca Selengkapnya »

Cermin Cinta

Tegak, nyata, tapi terbalik Itulah sifat sebuah cermin Sama. Sama seperti sifat cintaku pada-Mu Ya Tuhan, Terlihat nyata dan tegak, tapi terbalik   Aku bisa bilang aku mencintai-Mu Tapi aku habiskan waktuku Lebih banyak untuk memikirkan hal lain Daripada untuk memikirkan-Mu Aku bisa bilang aku merindukan-Mu Tapi aku enggan mati …

Baca Selengkapnya »