> Ruang Sastra > Puisi (halaman 4)

Puisi

UKD

Oleh: Lintang A. A. Semalam suntuk tak memejamkan mata Tak terasa kini waktu telah tiba Langkah kaki tegap bersiap hadapi yang ada Ruangan dingin menjadi gerah seketika Bergegas keringat mengucur dengan derasnya Ingin rasanya menghempas tubuh ini segera Namun hapus gudah gulana Berjuang demi meraih cita-cita Dan keinginan membanggakan orang …

Baca Selengkapnya »

Puisi Thea Arnaiz FKIP Tata Niaga UNS

Bayu dan miyako Bayu dan miyako telah melalui semusim ini bersama Bayu dan miyako sama-sama tersiksa bersama Bayu dan miyako menjawab pesakitan ini bersama Bayu dan miyako saling memahami hubungan ini bersama Mereka tahu akan hubungan jarak jauh mereka bersama Bayu tahu ….miyako pun tahu… Musim hujan kali ini Bayu …

Baca Selengkapnya »

Harapanku, Teruna Indonesia

oleh: Citra Anastasia   Terlampau lama kita terninabobokkan Terlena dalam ayunan sangkala penjarahan Penjarahan integritas yang berkesinambungan Mematikan kepribadian bangsa perlahan   Kebakiran ide adalah adi citanya Kuat serta penuh gelora adalah raganya Loyalitas dan totalitas adalah komitmennya Ya, itulah generasi teruna   Namun,sang global telah berputar arah Perjuangan seakan …

Baca Selengkapnya »

DUA MUKA

Bermuka DUA MUKA Oleh      : Metta Rahma Melati Dua Tersenyum manis Tersenyum sinis Berlagak manis Justru sadis Di depan kawan Di hati lawan Berkata tulus Nyatanya bulus Ohh … malangnya Manusia – manusia dua muka

Baca Selengkapnya »

Puisi-puisi Hastami Cintya Luthfi

  Memungut Daun   IA memungut daunmu saat kering meranggasi pundi waktu sementara subuh berfirasat menghentikan celotehan pagi yang dekat keadaan memeluki lutut, pun menenangkan geletar ubun – ubun   serta merta, di balik pintu kurir pengantar daun tidurmu telah siaga menyapa                 …

Baca Selengkapnya »

Puisi Aryanto Agus Wibowo / FMIPA UNS

Pahlawanku Oleh: Aryanto Agus Wibowo (NIM M0111015/F MIPA UNS)   Pahlawanku… Berbias semangat cita-cita suci Mengabdi kepada negeri, merengkuh nurani Kau terjang tembok kokoh musuh Tanpa gentar… Kau terjang segala bentuk kepalsuan Yang membelenggu negeri, bumi pertiwi Kabut… Menyelimuti kegigihan aroma anyir darah Mengucur deras ditembus peluru Pahlawan bertahan demi …

Baca Selengkapnya »

Puisi Putri Dian Pratiwi

JIWA TAK DIKENAL, ABADI DIKENANG   KAU. . . siapapun dirimu Jangankan bertegur sapa, melihat wibawamu untuk pertama kali pun tak dapat kujumpai aku memang tidak pernah mengenalmu tetapi, satu kertas usang yang menghubungkan kisahmu tentang masaku Lahirnya jiwa pemberani memerangi kekejaman lawanmu Menjadi saksi gerilya pertumpahan darah manusia Gigih …

Baca Selengkapnya »