> Ruang Sastra > Puisi (halaman 4)

Puisi

DUA MUKA

Bermuka DUA MUKA Oleh      : Metta Rahma Melati Dua Tersenyum manis Tersenyum sinis Berlagak manis Justru sadis Di depan kawan Di hati lawan Berkata tulus Nyatanya bulus Ohh … malangnya Manusia – manusia dua muka

Baca Selengkapnya »

Puisi-puisi Hastami Cintya Luthfi

  Memungut Daun   IA memungut daunmu saat kering meranggasi pundi waktu sementara subuh berfirasat menghentikan celotehan pagi yang dekat keadaan memeluki lutut, pun menenangkan geletar ubun – ubun   serta merta, di balik pintu kurir pengantar daun tidurmu telah siaga menyapa                 …

Baca Selengkapnya »

Puisi Aryanto Agus Wibowo / FMIPA UNS

Pahlawanku Oleh: Aryanto Agus Wibowo (NIM M0111015/F MIPA UNS)   Pahlawanku… Berbias semangat cita-cita suci Mengabdi kepada negeri, merengkuh nurani Kau terjang tembok kokoh musuh Tanpa gentar… Kau terjang segala bentuk kepalsuan Yang membelenggu negeri, bumi pertiwi Kabut… Menyelimuti kegigihan aroma anyir darah Mengucur deras ditembus peluru Pahlawan bertahan demi …

Baca Selengkapnya »

Puisi Putri Dian Pratiwi

JIWA TAK DIKENAL, ABADI DIKENANG   KAU. . . siapapun dirimu Jangankan bertegur sapa, melihat wibawamu untuk pertama kali pun tak dapat kujumpai aku memang tidak pernah mengenalmu tetapi, satu kertas usang yang menghubungkan kisahmu tentang masaku Lahirnya jiwa pemberani memerangi kekejaman lawanmu Menjadi saksi gerilya pertumpahan darah manusia Gigih …

Baca Selengkapnya »

PUISI FAAQIH HIDAYAT

Permainan Ini   Aku terdiam disini terlena akan waktu Terperangkap dalam kabut Secercah cahayapun tak ada Dimanakah sebenarnya aku berada Bermandikan darah tubuh ini Aku yang pecundang dalam permainan ini Aku yang kalah pertempuran ini Yang lain hanya mentertawakanku Detak jatung ini yang tak mau berhenti sebelum waktunya Terus, terus …

Baca Selengkapnya »

Puisi: (Bukan) Sosialisasi oleh IMAMAH FIKRIYATI AZIZAH

(Bukan) Sosialisasi Kau bilang sekedar sosialisasi Tapi nyatanya pamer janji Nyelonong sana nyelonong sini Modal muka geregetan dan sok sangsi Karena korupsi di negeri Dan maraknya gratifikasi Apalagi di musim-musim politik Macam ini Kau bilang sekedar sosialisai Tapi nimbrung di pengajian para santri Tanpa permisi Lagi-lagi obral janji Berapa harganya, …

Baca Selengkapnya »

PUISI KINANTI ANGGRAINI

DARI NAMI ISLAND KE EVERLAND : Lasinta Ari Nendra Wibawa   Sindorim station*) menyapaku, Annyonghaseyo bersama papan wisata, bertuliskan Sharanghaeyo kepala mengangguk dengan senyum tertunduk musim gugur pulau Nami, yang nyaris mengetuk   daundaun di tanganku berubah berwarna pirang berguguran di pulau kecil berbatas ribuan karang kakiku bersilang di bawah …

Baca Selengkapnya »