> Ruang Sastra (halaman 5)

Ruang Sastra

Hei, Kartini Masa Kini!

Oleh: Citra Agusta Putri Wahai Ibu Kartiniku … Pesonamu, geloramu, menghaturkan aroma loyalitas sang dara Kridamu, menumbangkan kemakaran kolonialis tempo dulu Emansipasimu, membangkitkan repih reputnya sukma kaum hawa Namun, perjuangan seakan bertepuk sebelah tangan Impresi agungmu terjelma dalam seremonial belaka Para hawa beradu kirana, mengenakan kebaya dengan eloknya Itukah, intensi …

Baca Selengkapnya »

Bersandar Dinding Penuh Kenangan

Ku buka kedua angan tetapi angin membangunkanku Aku masih di sini Tempat penuh cinta, tawa, canda dan kebersamaan Terukir di tembok ini Ku mencoba melihat jejak di tembok ini Kenangan yang tertulis Tetapi kini pupus Hanya ada reruntuhan yang terlihat Dulu pernah ku lihat Dua bola mata melihatku penuh cinta …

Baca Selengkapnya »

Semoga Aku Puisi

Tukang Puisi Pikiran ngelantur Imajinasi udzur Jemari nganggur Lalu kertas mabur Healah, gitu kok katanya mau jadi tukang puisi yang bangun pagi lalu berpuisi sampai menjelang pagi (lagi)   Ialah Puisi Ialah puisi Yang membuatku termenung, murung Sesekali menyulut emosi berfrekuensi tinggi Ialah puisi Yang membuatku tertawa geli Sesekali gila …

Baca Selengkapnya »

UKD

Oleh: Lintang A. A. Semalam suntuk tak memejamkan mata Tak terasa kini waktu telah tiba Langkah kaki tegap bersiap hadapi yang ada Ruangan dingin menjadi gerah seketika Bergegas keringat mengucur dengan derasnya Ingin rasanya menghempas tubuh ini segera Namun hapus gudah gulana Berjuang demi meraih cita-cita Dan keinginan membanggakan orang …

Baca Selengkapnya »

Puisi Thea Arnaiz FKIP Tata Niaga UNS

Bayu dan miyako Bayu dan miyako telah melalui semusim ini bersama Bayu dan miyako sama-sama tersiksa bersama Bayu dan miyako menjawab pesakitan ini bersama Bayu dan miyako saling memahami hubungan ini bersama Mereka tahu akan hubungan jarak jauh mereka bersama Bayu tahu ….miyako pun tahu… Musim hujan kali ini Bayu …

Baca Selengkapnya »

Harapanku, Teruna Indonesia

oleh: Citra Anastasia   Terlampau lama kita terninabobokkan Terlena dalam ayunan sangkala penjarahan Penjarahan integritas yang berkesinambungan Mematikan kepribadian bangsa perlahan   Kebakiran ide adalah adi citanya Kuat serta penuh gelora adalah raganya Loyalitas dan totalitas adalah komitmennya Ya, itulah generasi teruna   Namun,sang global telah berputar arah Perjuangan seakan …

Baca Selengkapnya »

DUA MUKA

Bermuka DUA MUKA Oleh      : Metta Rahma Melati Dua Tersenyum manis Tersenyum sinis Berlagak manis Justru sadis Di depan kawan Di hati lawan Berkata tulus Nyatanya bulus Ohh … malangnya Manusia – manusia dua muka

Baca Selengkapnya »