> Ruang Sastra (halaman 4)

Ruang Sastra

30 Detik

Oleh: Citra A. P. A Tiba-tiba aku terbangun. Mataku terbuka. Namun, badanku telah tegak berdiri. Ya, aku berdiri, tak merebahkan diri, tak berbaring. Apakah aku terbangun dari igauan malamku sehari-hari? Apakah aku sedang bermimpi? Ataukah, ini bukan aku? Aku memandang sekeliling. Luas. Tempat yang kupijak begitu luas, hingga terasa hambar. …

Baca Selengkapnya »

Perempuan

Oleh: Rizka Nur L. M. Musim panen telah berlalu, petak-petak sawah penuh dengan bongkot-bongkot padi bekas sabitan, maka perlu disapu dengan jalan melindasnya menggunakan roda-roda traktor yang bergerigi. Selain meluluh-lantakkan bongkot-bongkot padi bekas panen, traktor pun mengambil alih tugas sapi—satu-satunya jenis hewan yang ketika aku masih kanak-kanak tenaganya sangat diandalkan …

Baca Selengkapnya »

Aba, Abi, Abu

Oleh: Citra A.P.A Di hari yang agung nan penuh memori ini Memang mereka bersuara Apa yang akan kau lakukan di hari ini, wahai teruna? Berkoar-koar sendu tentang para satria Di makam yang temaram dan musiman Mereka meletakkan bunga   Sayangnya, aku tak seperti mereka Yang berpikauan bak demo mahasiswa Aku hanyalah …

Baca Selengkapnya »

Antara Rintik Hujan dan Sepotong Senja

Oleh: Afifah K. Kau menyukai rintik hujan yang lekas reda, sebab buatmu selalu merindui petrichor-nya. Kau menyukai gumpalan awan putih, ingin sesekali berusaha memeluk hangatnya. Kau menyukai embun pagi diatas dedaunan hijau, sebab ia cukup memberi alasan untuk tidak menyudahi kenangan yang tertingal. Kau bahkan menyukai arunika, sebab ia sempurna …

Baca Selengkapnya »

Pada Kata yang Terlepas dari Rahimnya

Kesunyian macam apa yang membebani sampai ubun-ubun Perih dari patah hati belum jua kau lunasi Simbol dan huruf tak memberimu rute untuk kembali kepada peralihan waktu Adakah cara terbaik selain bunuh diri dari rasa keterpaksaan ini?   Kulihat tanganku masih mengepalai atas amarah Membujur segala luka yang kau cipta dari …

Baca Selengkapnya »

Sisi

Oleh: Thea Arnaiz Le Haruskah sisi putih saja yang dapat diandalkan? Kupikir tidak, kuberi tahu sini Tak salah jika sesekali sisi hitam kita diperlihatkan. Kaupikir semua akan baik dengan sisi putih? Keluarkan sisi hitammu juga, ini saranku. Bermainlah seperti ratu angsa dalam opera balet Tepuk tangan riuh akan jadi milikmu …

Baca Selengkapnya »

KITA

Oleh: Rifqathin Ulya Tak pernah aku salahkan pertemuan Tak pula agama Apalagi Tuhan Hanya saja beda Membuat kita semakin logis   Aku tak pernah melihat Apa yang telah salah Tapi orang melihatnya berbeda   Kita Karena Beda Maka terlihat salah   Bahkan aku mulai membenci kata ‘Andai saja’ Yang tidak …

Baca Selengkapnya »