> Ruang Sastra > Cerpen (halaman 3)

Cerpen

Bersyukur dan Ikhlas

Cahaya mentari menerpa separuh bagian bumi hingga terang benderang tak ada satupun penghalang. Namun berbeda dengan sisa belahan, gelap gulita yang terjadi, memperlihatkan gugusan-gugusan bintang untuk ilmu pengetahuan. Perbedaan yang saling berseberangan sama-sama diciptakan dan menciptakan keindahan, untuk makhluk seluruh alam agar mendapat kebahagiaan. Meskipun bukan untuk keabadian, tetapi cukup …

Baca Selengkapnya »

Meneropong Langit-Langit

Mereka hidup berdua di desa tepi pantai. Malam tak pernah sepi oleh debur ombak yang jelas terdengar. Seolah menerjang rumah-rumah disekitar bibir pantai. Menggulung-gulungkan sayap basahnya, menarik kembali, roh yang tengah berkelana menuai mimpi. Berusaha menjangkau bangunan hitam di kegelapan. Anyaman ilalang kering yang menjadi atap hunian ini hampir lapuk …

Baca Selengkapnya »

Bukan Pengkhianat

Rintik hujan masih berjatuhan dengan lembutnya. Mendarat di permukaan semua benda yang beratapkan langit angkasa. Dan angin yang menghembuskan kelembaban ke dalam tubuh menembus daging menohok  tulang. Sang mentari pun kini sedang bersembunyi memurungkan diri, sembunyikan cahaya dengan rapi di balik awan kelabu  sore ini. Dalam kesunyian ku tetap langkahkan …

Baca Selengkapnya »