> Lha Nggih (halaman 2)

Lha Nggih

Si Dab Rindu Ibuk

TAK SEPERTI hari-hari biasanya, lobi perpustakaan penuh sesak. Antre mahasiswa yang menitipkan tas memanjang sampai ke pintu masuk. Si Dab yang mau cari tempat tidur usai kuliah, bingung dengan keramaian yang terjadi.   “Ada apa tho, Mas?” Tanya Dab ke salah satu pengantre.   “Cari berkah, Mas.”   “Cari berkah …

Baca Selengkapnya »

Sambat Nulis!

“Herman, terima kasih untuk surat darimu yang tak pernah berhenti datang. Saya sangat membutuhkan teman bicara akhir-akhir ini. Menulis pun rasanya capek luar biasa. Atau mungkin saya sedang muak dan tak punya inspirasi?”   Sambat nulis diungkapkan Soe Hok Gie dalam sebuah surat yang dikirim ke Papua buat Herman O …

Baca Selengkapnya »

“Putih-putihan”

Oleh: Muhammad Ilham   LIBUR PANJANG semester lalu telah usai. Sudut-sudut kampus kembali ramai pasca sekira dua bulan sepi dari aktivitas mahasiswa. Ingar-bingarnya aktivitas berkampus telah dimulai. Mahasiswa mulai tersibukkan oleh bermacam-macam aktivitas. Bagi mahasiswa semester tua, awal semester menjadi tak lebih dari sekadar pengulangan aktivitas berkampus. Kadang kala kuliah, …

Baca Selengkapnya »

Si Dab dan Internasionalisasi Kuliner

DI HARI KASIH SAYANG yang kesekian kalinya ini, si Dab ingin merayakan kebakohannya sebagai fakir asmara. Bagi Dab, kuat menjomblo sejak lahir adalah prestasi yang sarat prestisi. Tak kalah prestisius dengan Budhe Adele yang memborong lima hadiah Grammy. Datanglah ia ke tempat makan yang jarang ia datangi. Sebuah kafe di belakang …

Baca Selengkapnya »

Gawai-isme Asmara

  AWAL SEMESTER masih hangat. Si Dab yang sedang dalam puncak gairahnya sebagai mahasiswa, segera terbang dari kampung halaman ke Solo. Di tengah perjalanan, ia sempatkan mampir ke warung persalinan.   Di sana, KRS dicetak. Disalin. Disimpan rapat di dalam tas. Lumayan. Semester ini, Si Dab mengambil 23 SKS.   …

Baca Selengkapnya »

Rumput

DI KOTA-KOTA, kita sering mendapati papan peringatan “Dilarang Menginjak Rumput” dengan warna merah. Padahal sewaktu kecil dulu, kita biasa menginjak-injak rumput saat bermain sepak bola. Tubuh menjadi aneh dengan pelarangan itu. Manusia seakan dijauhkan dengan alam. Konon, manusia hanya bisa merusak. Jadi rumput hijau yang menyejukkan mata itu juga harus …

Baca Selengkapnya »

Desember

Oleh: Udji Kayang Aditya Supriyanto   aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember (Efek Rumah Kaca – Desember)   MAHASISWA SELALU suka sehabis tugas dan ujian di bulan Desember. Senada dengan lagu Desember yang terkutip. Kita lega, berarti selera musik mahasiswa kita sudah baik. Kalau kenal Desember, minimal mereka …

Baca Selengkapnya »