> Laporan Khusus (halaman 2)

Laporan Khusus

Maniak Selawat Bernama Syekhermania

Oleh : R.Syeh Adni   PEKIKAN TAKBIR terdengar saat Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf naik ke atas panggung. Malam itu (1/10) tengah digelar peringatan Tahun Baru Hijriyah di Balaikota Solo. Para Syekhermania berteriak-teriak. Memekikkan, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Habib Syeikh! Habib Syeikh!”   Saat Habib Syeikh datang ke sebuah …

Baca Selengkapnya »

“Wajah” Baru di Ruang Semu

Oleh: Satya Adhi Wajah mereka tertutup. Tapi orang-orang bisa melihatnya.   BAGI Khonza Nuur Khazanah, wajah adalah segalanya. Hidung, bibir, pipi, telinga, adalah “kawasan terlarang” yang tak boleh sembarang orang memandang. Maka sejak dua tahun silam, perempuan 19 tahun ini memutuskan untuk menutup wajahnya.   Khonza memutuskan untuk ber-niqab.   …

Baca Selengkapnya »

Hijab dalam Pergolakan Makna

Oleh: Ririn Setyowati   Di era Soeharto, perempuan berhijab terancam dihukum. Kini, coba hitung berapa perempuan berhijab di sekitar anda.   SAYA JADI kerap dihujani kata “Alhamdulilah.” Mulai dari kalangan ibu-ibu, mahasiswi, bahkan para penjaja sendiri mengidentikkan istilah hijab dengan ungakapan rasa syukur. Hal tersebut menggugah rasa penasaran saya: mengapa “berhijab” jadi …

Baca Selengkapnya »

Mahasiswa Berlebaran Kuda

Oleh: Satya Adhi   Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengimbau mahasiswa tidak turun ke jalan 4 November lalu. Ada yang ngeyel.   SEMBILAN ORANG duduk melingkar di tengah ruangan berukuran sekira 6 x 10 meter. Delapan laki-laki, satu perempuan berjilbab. Dikelilingi lemari dan rak kayu yang nampak …

Baca Selengkapnya »

Pendatang Baru yang Tak Dapat Restu

Oleh: Fera Safitri   ”Saya harus geser ke mana?” tanya saluransebelas.com pada pria di ujung telepon.   “Coba Mbak jalan ke Alfamart samping [Hotel] Pose-in ya! Nanti saya jemput di sana, saya enggak  berani kalo di depan [Stasiun] Balapan,”   Tuuuttttt……   TELEPON dimatikan. Saluransebelas.com langsung berjalan 50 meter ke …

Baca Selengkapnya »

Aku Ini Binatang Lajang dari Kumpulannya Terbujang

Oleh: Udji Kayang Aditya Supriyanto   “Cinta itu buat kapan-kapan, kala hidup tak banyak tuntutan.” (Silampukau – Cinta Itu)   PADA suatu zaman, entah kapan, seorang tua termenung di kamar sempit bercorak gothic. Ia terduduk di kursi empuk, gelisah mengeja sejarah. Menguping renungannya, boleh disimpulkan bahwa si tua itu orang …

Baca Selengkapnya »

Seni Mencintai Para Pencinta

Oleh: Hanif Dwi Pandoyo   Ada sebuah kisah yang tidak akan ada habisnya diceritakan: cinta. Pertemuan dengan cinta tidak bisa tidak adalah sebuah gairah yang tiada tara. Cinta melahirkan makna unik bagi setiap pencinta.     KOS Amanah siang pertengahan September lalu nampak sepi. Padahal, banyak motor berjajar rapi di …

Baca Selengkapnya »