> Jeda (halaman 4)

Jeda

Mimpi Jadi WCU Masih Berlanjut

Oleh: Fera Safitri   MASIH pagi, tapi ribuan mahasiswa berjas almamater sudah berjalan berbaris-baris menuju halaman Gedung dr. Prakosa Universitas Sebelas Maret (UNS) alias gedung rektorat. Beberapa terlihat membawa spanduk entah bertuliskan apa. Satu dua diantaranya ada yang membawa toa. Malah sebagian terdengar sedang menyanyikan lagu Mars Mahasiswa. Ada apa ini? Apa mereka …

Baca Selengkapnya »

IPK Dilelang, Laptop Kudapat

(Satya Adhi) DI SORE yang gerah, Rabu (10/8), sebongkah kereta kencana berwarna emas melaju di kampus UNS Kentingan, Surakarta. Dua kuda coklat menariknya. Oleh si kusir, kereta diarahkan menuju gedung auditorium di belakang gedung rektorat. Kemudian, berhenti tepat di depan gedung yang biasa digunakan untuk acara wisuda tersebut. Kereta pinjaman …

Baca Selengkapnya »

Trikotomi Sensasi Menganti

Oleh: Puput Saputro KEBUMEN memiliki jajaran pantai wisata yang menarik untuk dikunjungi, sebut saja Pantai Bocor, Suwuk, Karang Bolong, Menganti, hingga Pantai Ayah. Melalui kemandirian masyarakat dalam mengembangkan wisata desanya, pantai Menganti bertransformasi dari pantai nelayan menjadi pantai wisata nan populer di telinga pecinta wisata. Kepopuleran Pantai Menganti berbanding lurus dengan …

Baca Selengkapnya »

Kala Profesionalitas Diuji

Oleh: Fera Safitri HUJAN turun kelewat lebat. Hingga orang takkan mudah membedakan suara riuh penonton dengan suara derai hujan. Gambang, Bonang, Demung, Saron, dan kawan-kawannya berjejer di depan gedung Dr. Prakosa Universitas Sebelas Maret (UNS). Di balik alat-alat musik gamelan itu, mahasiswa dan mahasiswi berpakaian merah asyik memukuli mereka sesuai …

Baca Selengkapnya »

Seni Bercerita dalam Tarian

Oleh: Lia Anjarwati STANDARDISASI bagi seni adalah improvisasi tanpa batas dengan tidak lepas dari makna. Hal ini yang sekiranya membuat pertunjukan kelompok tari asal Jakarta Timur dalam Solo 24 Jam Menari, (28/4) lalu, terasa berbeda. Keseluruhan pemain yang terbilang masih cukup belia, juga menunjukkan bahwa eksistensi tari tradisional masih tetap …

Baca Selengkapnya »

Balada Bahasa di Negeri Orang

Oleh: Vera Safitri   Pergulatan dua gadis bule di negeri seribu bahasa. “NAMA saya Lo-kha!” Ujar gadis di depan saya. Rambut merahnya sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Kedua matanya bulat berwarna cokelat. Hidungnya mancung khas Eropa. Barangkali tiga kali lipat lebih mancung dibanding orang Jawa pada umumnya. “Lo-ha ?” …

Baca Selengkapnya »

Habis Skripsi, Berburu Sumber Rezeki

Oleh: Satya Adhi ARIF (23) asli Solo. Walau demikian, bangku kuliah Ia tempuh di jurusan Teknik Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Rabu (13/4), ia pulang kampung ke kota Bengawan. Tapi kepulangannya bukan dikhususkan untuk menemui sanak famili. Arif berniat mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan bidangnya. Mengapa mencari …

Baca Selengkapnya »