> Jeda (halaman 3)

Jeda

Trikotomi Sensasi Menganti

Oleh: Puput Saputro KEBUMEN memiliki jajaran pantai wisata yang menarik untuk dikunjungi, sebut saja Pantai Bocor, Suwuk, Karang Bolong, Menganti, hingga Pantai Ayah. Melalui kemandirian masyarakat dalam mengembangkan wisata desanya, pantai Menganti bertransformasi dari pantai nelayan menjadi pantai wisata nan populer di telinga pecinta wisata. Kepopuleran Pantai Menganti berbanding lurus dengan …

Baca Selengkapnya »

Kala Profesionalitas Diuji

Oleh: Fera Safitri HUJAN turun kelewat lebat. Hingga orang takkan mudah membedakan suara riuh penonton dengan suara derai hujan. Gambang, Bonang, Demung, Saron, dan kawan-kawannya berjejer di depan gedung Dr. Prakosa Universitas Sebelas Maret (UNS). Di balik alat-alat musik gamelan itu, mahasiswa dan mahasiswi berpakaian merah asyik memukuli mereka sesuai …

Baca Selengkapnya »

Seni Bercerita dalam Tarian

Oleh: Lia Anjarwati STANDARDISASI bagi seni adalah improvisasi tanpa batas dengan tidak lepas dari makna. Hal ini yang sekiranya membuat pertunjukan kelompok tari asal Jakarta Timur dalam Solo 24 Jam Menari, (28/4) lalu, terasa berbeda. Keseluruhan pemain yang terbilang masih cukup belia, juga menunjukkan bahwa eksistensi tari tradisional masih tetap …

Baca Selengkapnya »

Balada Bahasa di Negeri Orang

Oleh: Vera Safitri   Pergulatan dua gadis bule di negeri seribu bahasa. “NAMA saya Lo-kha!” Ujar gadis di depan saya. Rambut merahnya sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Kedua matanya bulat berwarna cokelat. Hidungnya mancung khas Eropa. Barangkali tiga kali lipat lebih mancung dibanding orang Jawa pada umumnya. “Lo-ha ?” …

Baca Selengkapnya »

Habis Skripsi, Berburu Sumber Rezeki

Oleh: Satya Adhi ARIF (23) asli Solo. Walau demikian, bangku kuliah Ia tempuh di jurusan Teknik Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Rabu (13/4), ia pulang kampung ke kota Bengawan. Tapi kepulangannya bukan dikhususkan untuk menemui sanak famili. Arif berniat mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan bidangnya. Mengapa mencari …

Baca Selengkapnya »

Perjamuan Gratis di Gedung Tinggi

Oleh: Satya Adhi “RADAR” mahasiswa menangkap sinyal perjamuan gratis di perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (30/3). Berkat insting gratisan yang terasah, acara yang seyogyanya minim publikasi ini, diserbu ratusan mahasiswa. Bukan! Bukan buku-buku gratis. Tapi mereka dijamu dengan batagor, bakso, nasi liwet, pecel, lontong opor, lotis, wedang ronde, es …

Baca Selengkapnya »

Klasik yang Tersisa

Oleh: Rizka Nur Laily Muallifa dan Dian Ayu Lestari ALUNAN instrumen jaz Bossa nova membelai cuping telinga. Gemanya anggun nan elegan. Cukup merepresentasikan apa-apa yang nampak mata begitu masuk ke dalam auditorium berkapasitas ratusan itu. Berbalut warna merah dan pencahayaan sedemikian rupa, panggung terkesan menyala tajam. Seolah enggan takluk pada …

Baca Selengkapnya »