> Jeda

Jeda

Lari: Ekspresi Diri Arianti

Oleh : Rizki Firdaus   “Kebanyakan pelari berlari bukan karena mereka ingin hidup lebih lama, melainkan ingin hidup sepenuh-penuhnya.” -Haruki Murakami   DI SEBUAH warung makan kecil yang berada tak jauh dari anak sungai Bengawan Solo, seorang perempuan berumur 20-an tahun antusias menceritakan kisahnya. Suara genset di dekat warung yang terus-terusan …

Baca Selengkapnya »

Dhemit-isme di Atas Panggung

Oleh: Imriyah   Tirani manusia kini sudah kelewat batas. Jika di zamannya George Orwell lewat Novel Binatangisme, para binatang peternakan Manor tak tahan dengan “eksploitasi” yang dilakukan oleh pemiliknya, para dhemit Pohon Preh kini gantian muak dengan kelakuan manusia yang main tebang dan membikin mereka terancam jadi tunawisma. Akankah mereka menuntut …

Baca Selengkapnya »

PKKMB Generasi Emas, Atraksi dan Ambisi nan Suci

(Oleh: Adhy Nugroho)   SEORANG laki-laki terlihat dari belakang, tungkuk lehernya merah terbakar. Juga para mahasiswa baru yang terlihat berbondong-bondong, berjalan kaki di area belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Kentingan. Itu Kamis 16 Agustus 2018 sore sekira pukul tiga. Sebelumnya, mereka baru saja ikut berkumpul di stadion UNS guna …

Baca Selengkapnya »

Bukan Salah Anak Tidak Membaca, tapi Salah Kita Tidak Membacakan

Oleh: Satya Adhi   Kalau Setyaningsih pulang dan keponakan tiga tahunnya nggelendot minta digendong, Set tahu dia harus siap dengan pemintaan literer dari si bocah, “Mbak, lihat buku!” Si keponakan lalu digendong masuk kamar Set, dihadapkan pada ribuan buku yang tertumpuk bersampul debu.   Dari pengalamannya tersebut, Set menyimpulkan kalau …

Baca Selengkapnya »

Mata Segar, Perut Kenyang

  Oleh: Lulu Febriana Damayanti     Tak cuma penampilan 17 negara yang memukau pengunjung. Ragam sajian makanan juga turut memanjakan lidah mereka. Terdapat perwakilan dari Sierra Lone, Myanmar, Prancis, Vanuatu, Vietnam, Malaysia, Sudan, Jepang, Madagascar, Uzbekistan, India, Thailand, Laos, Turkemenistan, Timor Leste, Peru, dan Nigeria yang menyuguhkan penampilan tari, fashion …

Baca Selengkapnya »

Mendarah Dangdut, Menggoyang Aksara

Oleh: Satya Adhi   SETIAP MANGGUNG di Madura, Orkes Melayu (OM) Monata berubah jadi penguasa jalanan. Sopir-sopir muda mereka ngebut melawan arah di jalur yang lengang biar bisa sampai di tempat kerja tepat waktu. Kalau ditegur polisi, kasih saja lima puluh ribu.     “Oh, dari Monata…. Lewat!” Polisi bakal …

Baca Selengkapnya »

Bumi Manusia Rasa SMA

Oleh: Satya Adhi   SEBUAH PENGADILAN kolonial mewujud di atas panggung. Lampu-lampu bergantian menyorot tiga manusia yang berdiri di sana. Nyai Ontosoroh – metamorfosis akhir Sanikem – seorang gundik jenius Tuan Besar Melema; Minke, putra Bupati Bojonegoro yang emoh jadi budak feodalisme; dan Annelies Mellema, putri Nyai Ontosoroh, perempuan Indo …

Baca Selengkapnya »