> Catatan Kentingan (halaman 3)

Catatan Kentingan

Profesor UNS dalam Angka

Edisi Khusus II/Mei/2017 Editorial                  : Surat untuk Profesor Laporan Khusus   : Jurus Kalem Tebus Tunjangan Profesor Laporan Khusus   : Jubah Akademis Birokrat Kampus Laporan Khusus   : Mendamba Piramida Sendiri Infografis                 : Profesor UNS dalam Angka Infografis …

Baca Selengkapnya »

Nama itu Nasib!

BETAPA KEJAMNYA orang-orang yang mengganti kata “Mawar” menjadi “Tinja”. Karena meski bagaimana pun, dua kata tersebut telah digunakan untuk memberi nama dua benda  yang berbeda di bawah satu persetujuan bersama. Mengganti nama “Mawar” menjadi “Tinja” adalah tindakan yang tidakadil. Hal yang bisa kita lakukan adalah member nama  lain untuk Mawar …

Baca Selengkapnya »

Ulang Tahun Tak Seromantis Dulu

  BULAN MARET pernah membawa suka cita bagi warga sekitar kampus UNS Kentingan.  Tak hanya segelintir dosen dan beberapa undangan terhormat, mahasiswa beserta warga pun turut serta. Majalah Kentingan edisi 01/ juli/1994 sempat mengabarkan, di suatu Maret tahun 1994 suasana kampus begitu cerah nan meriah. Katanya juga, “Ada janur kuning …

Baca Selengkapnya »

Internet Masuk Kampus

  TAHUN 1997, mahasiswa masih gagap teknologi (gaptek). Buktinya, Koperasi Mahasiswa (Kopma) UNS sampai-sampai kudu mengadakan Seminar dan Demo Internet. Bayangkan. Di tengah kesibukan demo jelang reformasi 1998, mahasiswa UNS malah sibuk mendemokan internet.   Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Saluran Sebelas merekam seminar dan demo ini. Di Saluran Sebelas edisi …

Baca Selengkapnya »

Pagar Itu Antagonis!

  Aku pikir pagar itu menyebalkan soalnya tidak membantuku saat meloncat. Aku menangis ketika gagal meloncati pagar. Kakiku kecantol. Aku marah padanya. Saat itu aku masih kanak. Kira-kira lima tahun usiaku. Menurutku, tidak seharusnya pagar dibangun sedemikian tinggi, supaya anak seusiaku bisa meloncat dengan hati riang dan tawa kemenangan. Kenang …

Baca Selengkapnya »

Tak Ada Malaikat Bernama “Pers”

SUNGGUH JENAKA. Diantara isu hoax yang menyeruak, justru media arus utama yang berada di garda terdepan untuk memaki keberadaan media baru. Hoax jadi semakin terbatas pada istilah kebohongan dan internet. Memang sebagian benar, namun perlukah pers arus utama segetol itu menghardik kehadiran hoax? Masyarakat seharusnya sangsi apakah pers media arus …

Baca Selengkapnya »