> Catatan Kentingan (halaman 2)

Catatan Kentingan

Memakamkan Rolling Stone Indonesia

  Kelana duka pembaca majalah musik Indonesia.   Saat itu malam tahun baru tinggal hitungan jam. Kuhabiskan 2017 bersama empat sampai lima kawan. Bermalam di indekos, kami ngobrol ngalor ngidul menyoal makna tahun baru. Di sela obrolan, kutilik lini masa instagram, melihat agenda tahun baru para warganet yang ramai beresolusi …

Baca Selengkapnya »

Mahasiswa-mahasiswi Fakir Apresiasi

  Oleh: Fatih Abdulbari   “Politisasi mahasiswa. Mau kemana?”   Bukan aku yang mengajukan pertanyaan ini, tapi seorang akademisi dan penulis yang menanyakannya. Namanya Kuntowijoyo. Selepas ini, mari panggil beliau Pak Kunto saja. Menurutnya, politisasi mahasiswa terjadi karena krisis identitas. Laiknya remaja SMA, mahasiswa pencari identitas tengah mengalami kebingungan antara …

Baca Selengkapnya »

Masuk Itu Enak

  Oleh: Udji Kayang Aditya Supriyanto   Aktivisme mahasiswa kerap terintip lewat sastra. Kita menjumpainya dalam novel serius, novel pop masa lalu, dan (sayangnya) juga novel picisan. Kita pantas mengingat Leila S. Chudori, yang sering memunculkan aktivisme mahasiswa di novelnya, terutama Pulang (2012) dan Laut Bercerita (2017). Di Pulang, aktivisme …

Baca Selengkapnya »

Hidup Tak Berarti Gagal, Jika Kita Salah Jurusan.

Oleh : Rizky Yuniar Sururi   MAHASISWA adalah sebutan yang tepat bagi mereka mereka pengejar gelar namun bagaimana jika saat pengejar ternyata tak sesuai dengan jati diri? Ibarat sudah menyelam ingin mentas tapi tetap basah, dan jika ingin menyelam lebih dalam, tak tahu bagaimana cara berenang dengan baik. Itu yang …

Baca Selengkapnya »

Celaka Asmara Mahasiswa Teknik

Oleh: Putih Sejati   DI SIANG YANG TERANG seterang senyummu, kau bisa mendapati bunga angsana gugur seenak jidatmu namun tidak dengan cinta. Ini bukan bualan, tenan! Siang yang terang selalu membikin pacar saya semakin sibuk beraktivitas, menggarap tugas kuliahnya yang seolah tak berbatas, tak tuntas-tuntas. Dan itu membuat saya benci …

Baca Selengkapnya »

Betapa Mulianya Kolom Komentar

Oleh : Rizki Firdaus   “Internet tak mengubah makna tentang keperluan informasi yang bermutu. Maksudnya, agar masyarakat bisa mengambil keputusan bermutu buat mengatur kehidupan mereka. Artinya, bila orang hendak memanfaatkan internet –dari Facebook sampai Change.org, dari YouTube sampai Twitter—buat membela hak mereka, mau tak mau, mereka harus belajar menulis dengan …

Baca Selengkapnya »

Heroik

  Oleh: Fatih Abdulbari   /1/   Di negeri Spanyol, hidup seorang kesatria yang luhur dengan jiwa petualang yang mahaliar, Namanya Don Quixote. Karena ia bukan hidup di Eropa abad pertengahan –tanpa perang, dan jika tidak ada perang, sudah pasti mustahil ada gelar kesatria– maka kisah ini mestinya menyenangkan untuk …

Baca Selengkapnya »