> Catatan Kentingan

Catatan Kentingan

Sarjana Kamar Kos

Oleh: Vera Safitri   KITA  tak membeli apapun dari pendidikan selain kesempatan. Pemberitaan mengenai tiga mahasiswa ilegal di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sempat muncul di halaman utama harian Solopos  pada 8 Agustus lalu, menyeret kesadaran pikir kita tentang betapa mungkinnya kalimat awal tadi itu salah besar.   …

Baca Selengkapnya »

Kepada Netizen yang Budiman

Oleh : Ririn Setyowati   BAIK yang bernama Budi, ada Budinya, non Budi, hingga yang pernah dipanggil guru budi pekerti. Coba kita ingat-ingat lagi. Kapan terakhir kita menjadi sosok yang budi di dunia maya. Walaupun di dunia nyata juga tidak budi-budi amat. Setidaknya, demi kenyamanan dan kefasihan menjadi generasi milenial, …

Baca Selengkapnya »

Tuhan Pancasila di Kampus Keilmuan

Oleh: Satya Adhi   UNS ADALAH produk singkatan Orde Baru paling wagu. Tak lain tak bukan karena singkatan dan kepanjangan yang enggak nyambung babarblas. UNS adalah kependekan dari Universitas Sebelas Maret. Lucu tha? Ya… sama lucunya kayak esais bernama lengkap Bandung Mawardi, tapi nama panggilannya Kabut.   Produk singkatan Orde …

Baca Selengkapnya »

Duhai Maru, Rektor Kalian Sesungguhnya adalah…

Oleh: Satya Adhi   DUHAI DEDEK mahasiswa baru (maru) yang masih suka berhenti di bangjo Ngoresan kalau lampunya merah. Kakak tingkat (kating) kalian ini, yang malang melintang jadi saksi ganasnya bangjo legendaris tadi punya sedikit wejangan.   Saya tidak beritikad menggurui apalagi memberikan fatwa. Bukan, dek. Wejangan ini saya tulis …

Baca Selengkapnya »

Guru Besar Imajiner

Oleh: Satya Adhi   BENEDICT RICHARD O’GORMAN ANDERSON. Seorang profesor cum indonesianis lulusan Universitas Cornell, Amerika Serikat. Walau sudah jadi guru besar, almarhum tak mau dipanggil Profesor Ben. Pun bukan dipanggil Pak Ben atau Tuan Ben. Ia justru lebih sering dipanggil dengan panggilan yang terdengar menggelikan di telinga cewek-cewek genit: Om Ben. …

Baca Selengkapnya »

Tuna Etos Keprofesoran

Oleh: M. Fauzi Sukri   /1/ PERSEPSI KITA pada identitas profesor bermula dari prasangka baik. Dan tak hanya itu, malah sangat utopis dan fantastik. Dulu, saat masih bocah kecil di sekolah dasar di satu desa di Jawa Timur, aku dan hampir seluruh teman seusiaku, bisa dan biasa membayangkan: profesor adalah …

Baca Selengkapnya »