> Agenda > Siaran Pers: Teater SOPO Persiapkan BIKIN-BIKIN XXII

Siaran Pers: Teater SOPO Persiapkan BIKIN-BIKIN XXII

Surakarta – Teater SOPO Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menggelar Pentas BIKIN-BIKIN XXII. Pentas ini merupakan ritual rutin Teater SOPO untuk pembelajaran awal anggota baru. Sebuah ajang praktik pelatihan bagi sutradara maupun aktor-aktor. Pentas yang digelar kali ini mengusung tema Ruang Imaji. Mengapa Ruang Imaji? Tema ini mengandung makna bahwa, setiap individu yang bergabung dan mengikuti proses BIKIN-BIKIN XXII kali ini harus mampu menciptakan imajinasi dengan kebebasan. Pentas BIKIN-BIKIN XXII ini akan diselenggarakan pada Senin (30/5) di Hutan Fisip.

Pementasan akan menampilkan tiga repertoar yang memiliki karakteristik berbeda-beda, yaitu pementasan naskah Biar Kutulis Untukmu Sebuah Puisi Jelek yang Lain yang disutradarai Ivan Dhimas, Maea yang disutradarai Dimas Prasojo, dan Sayembara Dadhapan yang disutradarai Sangaji.

Pemimpin Produksi BIKIN-BIKIN XXII, Tsani, mengatakan bahwa pentas BIKIN-BIKIN XXII dengan tema Ruang Imaji hadir agar proses yang singkat dan padat ini tetap dapat berjalan tanpa ada batasan yang kaku di dalam proses. BIKIN-BIKIN XXII sendiri merupakan wadah bagi imajinasi yang tak terbatas dari setiap insan yang terlibat di dalamnya. Sehingga tiap individu dalam proses BIKIN-BIKIN XXII kali ini dapat mengembangkan diri menjadi versi terbaik.

Pementasan ini akan dimulai pukul 19.00 WIB dan menyediakan kuota sebanyak 300 penonton. Harga tiket Pentas BIKIN-BIKIN XXII adalah Rp 10.000,00 (Pre-Sale) dan Rp 12.000,00 (OTS). Tiket dapat diperoleh dengan membeli langsung melalui panitia ataupun saat hari-H pementasan.[]

Narahubung  : Ellen ( 085 815 269 599 )

Email               : teatersopofsipuns@gmail.com

Facebook         : TeaterSopoUns

Twitter             : @teater_SOPO

Instagram        : teater_sopo

Baca Juga

Semar Nunggu Candi, Ironi Petani

Dalam lamunannya Semar terbayang tentang keserakahan manusia, perang, dan kematian… Gedung pencakar langit Kali menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *