> sastra

sastra

Mei, 2017

  • 15 Mei

    Djenar Maesa Ayu: Saya Bukan Feminis

    Oleh: Ririn Setyowati   “Hanya karena aku perempuan, apakah artinya aku tidak dapat melakukan sesuatu yang buruk? It’s fucking nonsense”   PENONTON DIBUAT KHUSYU mendengar umpatan Cinta. Lantunan semacam fucking dan shitting begitu akrab di bibirnya yang penuh gincu. Ia memang kerap dibuat kesal dengan kisah persetubuhannya dengan beberapa lelaki …

Maret, 2017

  • 3 Maret

    Jitapsara

    Puisi-puisi Rizka Nur Laily Muallifa   Jitapsara   /I/ payung-payung dibentangkan sebab kenangan menggantung di dahan awan   /II/ pontang-panting menimang duka cuka mengerjap membersamai luka   /III/ masih hendak kau buru napakawaca? sementara ialah kresna telah kau lesap bayangnya ia lesat ialah baladewa     Yang Dihilangkan Namanya   …

Februari, 2017

  • 14 Februari

    Benda-benda Kesepian

    JEMARIKU terus menggesek layar gawai, mengesampingkan hiruk pikuk stasiun yang tengah menemui jam padat. Tak heran Didi Kempot perlu mendendangkan lagu ‘Stasiun Balapan’. Lewat stasiun ini, Kota Solo telah menjadi kenangan di mana orang jadi mudah menengok dan meninggalkannya.   Kuhempaskan punggungku ke pangkuan kursi tunggu, sembari membenahi rambut dan …

  • 13 Februari

    Kataku Bukan Senjata

      Kataku bukan senjata Dia hanya serdawa diantara aungan serigala Tak kira tak sangka alih perhatiannya Amarah pada mata dan taring siap memangsa Sekejap tak berlogika Membuatku terluka dan nyaris dipenjara     Kataku bukan senjata Dia tak memanas merobek dada Namun jika itu nyatanya Tentu bukan jua maksud meluka …

  • 5 Februari

    Ihwal Kitsch dan Cara Pandang

    INI BERMULA dari pertanyaan Setyaningsih (penulis buku Bermula Buku, Berakhir Telepon, 2016) dalam acara bedah buku Berkini Tiara Hati karya mahasiswa Indonesia-Thailand Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di Balai Soedjatmoko, Solo (3/2) lalu. Yang tak urung memancingku untuk menimbang keyakinan atas beberapa hal yang akan kujelaskan nantinya.     Kala itu …

Januari, 2017

  • 28 Januari

    Persekongkolan Puisi

    Puisi-puisi Rizka Nur Laily Muallifa Persekongkolan Puisi : diskusi kecil pengakhiran di dua tahun lalu menjadi mula persekongkolan puisi menariki kaus kaki demi menjalari telapak kaki sampai ubun-ubun sebelah kiri dengan tumbuhan kata-kata yang rindang yang bercabang banyak sekali di setiap cabangnya menjuntai kuncup-kuncup damai yang segera mekar bila seorang anak …

  • 21 Januari

    Sengaja Menepi

    KEPADA dua muda-mudi yang tengah menggelisahi sastra, di tengah gejolak batin kalian yang kurasai benar melalui pembacaan luguku terhadap tulisan kalian yang dimuat saluransebelas.com, laman milik pers mahasiswa (persma) yang belakangan ini kelimpungan sebab para awaknya tak banyak menaruh keprihatinan pada keperluan terisinya laman mereka dengan tulisan-tulisan. Ijinkan aku menyela.   …