> Resensi > Ayahku (Bukan) Pembohong

Ayahku (Bukan) Pembohong

“Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.”

Begitulah sinopsis yang ditulis di cover belakang buku Ayahku (Bukan) Pembohong, Buku ini mengisahkan kehidupan seorang ayah dan anaknya yang bernama Dam, yang dididik dengan berbagaicerita  tentang dongeng-dongeng untuk memaknai kehidupan dengan sederhana. Dam bukan dari keluarga kaya raya. Ia hidup biasa, sederhana. Sesederhana dongeng-dongeng yang diceritakan ayahnya tiap waktu. Dongeng yang mengajarkan semangat dan optimisme. Dongeng yang membuat seorang Dam akhirnya tak mempercayai ayahnya lagi.”

Buku ini membawa kita untuk memahami apa arti kebahagiaan dari kesederhanaan, bahwa di zaman seperti sekarang ini adalah hal yang sulit untuk tetap bersikap sederhana. Betapa beratnya perjuangan seorang ayah untuk mengajarkan “kehidupan” pada anaknya dikemas dengan menarik di dalam novel ini.

Alur pada novel ini adalah maju-mundur atau flashback, Tere-Liye menulis novelnya dengan bahasa yang lugas, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahaminya. Bahasa yang digunakan pun tidak terlalu sulit dicerna oleh otak kita.  Apalagi sisipan cerita-cerita fantasi yang semakin menggelitik daya imajinasi pembacanya. Novel ini dapat dikategorikan dengan novel yang wajib dibaca untuk siapapun kita yang seringkali melupakan betapa beratnya perjuangan ayah kita untuk mendidik dan menghidupi kita. (Wulan)

Judul : Ayahku (Bukan) Pembohong

Pengarang : Tere-Liye

Penerbit : Pt. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2011

Tebal Buku : 299

Harga Buku : Rp.45.000,-

Baca Juga

Puasa Tanpa Buka

Oleh: Irfan Sholeh Fauzi Judul               : Tuhan Pun Berpuasa Pengarang       : Emha Ainun Nadjib …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *