> Laporan Khusus > Regenerasi UKM Lewat UNS Expo 2011

Regenerasi UKM Lewat UNS Expo 2011

Expo merupakan suatu kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh UNS sebagai salah satu rangkaian acara dari penyambutan mahasiswa baru (maru). Kegiatan yang berlangsung di Student Center UNS (SC) ini dihadiri oleh maru dari semua fakultas di UNS, dibagi dalam 4 hari, yaitu hari Jumat (12/8), Sabtu (13/8), Senin (15/8) dan Selasa (16/8).

Expo yang tahun ini bertemakan Show Your Sparkle by Your Action bertujuan untuk mengenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) intern yang ada di UNS untuk tujuan regenerasi. Acara yang diikuti oleh para maru ini berlangsung dari pukul 08.00-16.15 setiap harinya, dengan alokasi waktu untuk setiap presentasi, persiapan dan sebagainya bagi masing-masing UKM adalah sebanyak 15 menit, selain Jumat yang hanya 10 menit.

Kegiatan yang persiapannnya memakan waktu sekitar 2 bulan ini diketuai oleh Desi Setiana, mahasisiwi semester 5 dari FISIP jurusan Administrasi Negara yang berasal dari UKM Tapak Suci. Panitianya sendiri ada 39 orang yang merupakan delegasi dari setiap UKM yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Tahun ini, acara Expo diikuti oleh 22 UKM ditambah presentasi dari KOREM, POLRES, PUSKOM, UPT Perpustakaan dan SAR. Syarat untuk dapat mengenalkan UKM dalam Expo adalah UKM tersebut merupakan UKM intern UNS yang telah memiliki SK Rektor serta mengirimkan delegasinya sebanyak 2 orang untuk dijadikan panitia Expo.

Delegasi yang telah dikirimkan wajib hadir dalam setiap rapat persiapan acara. Apabila delegasi tidak hadir 1 kali, maka UKM pengirim berhak mendapat SP 1, yaitu tidak mendapatkan standketika Expo. Jika tidak hadir sebanyak 2 kali, maka UKM mendapat SP 2 yang artinya tidak diijinkan untuk presentasi dan tentu saja tidak juga mendapatkan stand. Ini berarti UKM tersebut tidak bisa mengenalkan UKM-nya lewat Expo. Untuk kali ini, ada 2 UKM yang tidak mendapatkan stand karena mendapatkan SP 1 yaitu UKM SIM dan GARBA.

Kegiatan ini sendiri telah mendapatkan SK Rektor, sehingga bersifat wajib bagi mahasiswa baru dan telah disesuaikan agar tidak berbenturan dengan jadwal lain seperti AAI, OSPEK, dan lainnya. Hanya saja, untuk tahun ini tanggal 15 dan 16 Agustus, berbenturan dengan jadwal kuliah. Menurut Desi, hal ini dikarenakan ada kesalahan pada jadwal perkuliahan yang telah dibuat yang tidak memperhitungkan adanya Expo. Seharusnya, perkuliahan dilaksanakan setelah serangkaian kegiatan penyambutan Maru itu selesai. Oleh karena itu, bagi maru yang jadwal Expo dan kuliahnya berbenturan diharapkan bisa tetap mengikuti Expo tapi tergantung dari dosen dan fakultas masing-masing.

Mahasiswa sendiri wajib mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Untuk membuat maru bertahan, panitia menyita tanda pengenal maru seperti kartu mahasiswa sementara, KTP ataupun SIM pada saat maru memasuki gedung SC sampai acara selesai.

Bagi mahasiswa baru yang terlambat ada konsekuensi yang harus diterima, yaitu harus membersihkan ruangan SC setelah acara selesai atau pulangnya paling akhir. Sedangkan bagi mereka yang tidak datang, sanksi yang meng-handle adalah fakultas masing-masing. Panitia hanya membuat rekap dari peserta yang hadir dan yang tidak hadir.

Kegiatan ini tidak luput dari kendala baik teknis maupun non-teknis. Menurut Desi, ketua panitia menyatakan bahwa kendala teknis dari Expo tahun ini adalah dana dari mawa yang tidak kunjung keluar. Selain itu, gedung Student Center yang sudah lumayan besar ini tetap belum bisa menampung seluruh mahasiswa baru. Jadi terlalu dipaksakan. Sedangkan kendala non teknis berasal dari para peserta yang molor sehingga jadwal kegiatan juga ikut molor. Selain itu panitia yang kurang tegas juga menyebabkan kegiatan berjalan sedikit terhambat. Pada hari pertama saja bisa dilihat peserta yang ikut lebih sedikit dari yang seharusnya. Selain itu, setelah istirahat, para peserta tidak kunjung memasuki ruangan.

Banyaknya UKM yang presentasi dalam waktu yang membuat mereka harus bertahan di kampus selama sekitar 8 jam dengan waktu istirahat yang hanya 1 jam, membuat Bellatrix mahasiswi dari Psikologi merasa bahwa kegiatan tersebut terlalu lama. Walaupun demikian ia juga menambahkan kegiatan ini tetap menyenangkan karena menjadi tahu tentang UKM-UKM yang ada. Pernyataan ini juga di’iya’kan oleh beberapa mahasiswa lainnya. Ketika Taekwondoo, Marching Band, Voca Erudita, JN UKMI, dan beberapa UKM lain yang berpresentasi dengan disertai aksi seni seperti menyanyi dan bermain drama, berhasil membuat acara menjadi ramai dengan suara tepuk tangan dan riuhan dari para maru.

Pada jam Istirahat, UKM-UKM di stand begitu sibuk menyebarkan brosur-brosur dan mengajak maru untuk mampir dan mendaftar di UKM mereka. Mulai dari berteriak-berteriak, memainkan alat musik, hingga berorasi. Stand-stand pun dihias sedemikian rupa. Mulai dari produk UKM hingga piala-piala prestasi yang berhasil diraih. Pada saat presentasi, para UKM juga tidak ragu untuk menunjukkan kebolehan dan prestasi yang mereka punya. Bagi para mahasiswa seperti Marta dan Jajah, Expo cukup menarik dan cukup menghibur.

“UNS berprestasi karena UKM, diharapkan dengan adanya Expo ini dapat merekrut maru yang dapat berprestasi bersama UKM itu sendiri” demikian harapan dari Desi sang ketua panitia Expo UNS 2011. Kegiatan tahunan ini semoga benar-benar bisa dijadikan sebagai sarana informasi dan regenerasi. Dengan adanya mahasiswa baru sebagai anggota, semoga bisa  menjadikan mereka lebih berprestasi bersama UKM UNS yang berprestasi pula. (Julita, Tria, Rahayu)

Baca Juga

“Saya Mempersembahkan Hidup untuk Jiwa-jiwa di Api Penyucian”

  Oleh: Patricia Ferginia   Eksorsisme tidak hanya ada di film-film Hollywood. Seorang Romo yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *