> Kabar > Presiden BEM UNS Resmi Tersangka
Presiden BEM UNS sekaligus Koordinator Pusat BEM SI, WIldan Wahyu Nugroho

Presiden BEM UNS Resmi Tersangka

 

(Ririn Setyowati)

 

Surakarta, saluransebelas.com – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS sekaligus Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (SI), Wildan Wahyu Nugroho, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Penetapan tersebut dilakukan setelah BEM SI melakukan demonstrasi 3 Tahun Jokowi-JK, Jumat (20/10/2017), di Jakarta Pusat.

 

Dalam surat panggilannya, kepolisian menyangkakan Wildan atas tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum, perusakan secara bersama-sama, serta kejahatan terhadap kekuasaan umum.

 

“Adapun penetapan tersangka terhadap saudara terpanggil didasarkan pada hasil perkara pada tanggal 21 Oktober 2017,” ujar Direktur Resor Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Nico Afinta dalam surat panggilan yang dilayangkan kepada WIidan. Menurut Nico, dalam gelar perkara tersebut, didapatkan alat bukti berupa lima keterangan saksi dan surat yang disita kepolisian.

 

Hingga berita ini diterbitkan saluransebelas.com belum bisa menghubungi Wildan. “Mohon maaf mungkin akan sulit menghubungi saya selama beberapa waktu kedepan,” kata Wildan melalui akun instagramnya.

 

Baca: “Wildan Belum Ditahan”

 

Sementara itu, Menteri Jaringan dan Aksi BEM UNS, Addin Hanifa mengungkapkan bahwa hingga Minggu (22/10/2017) malam, BEM UNS juga belum bisa menghubungi Wildan.

 

Selain Addin, Wakil Presiden BEM UNS terpilih 2018, Faith Aqila Silmi, mengatakan bahwa Wildan sudah memprediksi penetapan tersangka atas dirinya. “Makannya beberapa saat sebelum informasi ini [foto surat pemanggilan Wildan] tersebar, ia sudah meninggalkan berbagai grup percakapan,” terangnya.

 

Bukan hanya Wildan yang diseret oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka. Menurut keterangan resmi akun instagram BEM SI, terdapat tiga peserta aksi Tiga Tahun Jokowi yang lain yang dijadikan tersangka. Ketiganya adalah Panji Laksono, Presiden Mahasiswa IPB; Ardi S, mahasiswa IPB (sudah ditangkap); dan Ihsan M, mahasiswa STEI SEBI (sudah ditangkap).

 

“Kalaupun ada yang merasa kurang tepat caranya, kritisi substansi pemikirannya yang kemudian menjadi alasan pergerakannya, bukan dengan menghakimi orangnya. Sekali lagi, mereka telah berjuang,” ungkap BEM SI dalam rilis resminya.[]

 

Baca:

“Aksi di Depan Tuhan”

“Sang Kapten dan Pak Presiden”

Baca Juga

Kuliah Eksorsisme Bikin Mahasiswa Merinding

  (Patricia)   Surakarta, saluransebelas.com – Pastoral Mahasiswa Surakarta (Parmas) menggelar kuliah umum agama Katolik …

5 Komentar

  1. Bagus. Eman jika berita ini berhenti sampai di sini. Ditunggu kabar-kabar selanjutnya mengenai masalah ini. 👍🏻

  2. Siapa jadi tersangka
    yang demo dengan membuat kerusakan fassos juga gag diapaapin
    ini mahasiswa ,.. jelas menyampaikan aspirasi..
    hati2 para pemuda
    upaya pembunuhan karakter pemuda yg kritis..
    teruskan semangat juangmu
    semoga rektor ikut dan univ se indonesia ikut membelamu
    semangat mahasiswa

    • Kira2 kalo kamu di kata2in tiap hari.. di hujat tanpa ada baiknya… Padahal kamu sudah kerja.. kira2 terima gak???? Koment gampang bro .. yg susah itu kerja, utk org banyak

  3. Saran saya sbaiknya di sluruh mhs hendaknya diberi pelatihan Aksi, khurusnya mhs UNS…
    krn Aksi itu pntg, bagaimana hakikat aslinya, bagaimana aturannya, aksi itu tdk hanya melulu mengenai aksi demonstrasi, namun aksi itu ada berbagai cara, dr studi kebenaran masalah, solusi dr cara administratif, aksi turun tangan (bkn amarkis), audiensi, dst…
    apakah kalian” yg mengikui aksi paham akan smua itu? be smart”… kalian itu sbagian besar mhs… hrsnya org yg berpendidikan, org yg paham, cerdas, tdk kok serta merta pmtg jalan, jgn bodo…
    maaf bkn menganggap kalian salah, tp ini hal terbuka… apakah kalian yg ikut dalam aksi paham akan apa itu aksi? apa hakikatnya? dst?

    maaf skedar saran, jika salah, boleh kita diskusi, namun nampaknya kalian bnyak yg blm paham…
    tks.

  4. Justru Pemerintah & Aparat tdk bisa memfonis mahasiswa melakukan aksi kerusuhan sbb di bln Juli 2017 sebelum HUT Negara RI telah dilayangkan Surat Tertulis atas Keinginan Seluruh Rakyat Indonesia diadakannya Sidang Istimewa yg memasqulkan JKW-JK dari hasil kerja selama 3 thn dimana ekonomi tdk berpihak kpd perekonomian rakyat yg membuat rakyat semakin sulit usaha krn lemahnya daya beli masyarakat. Belum lagi banyaknya pengangguran serta terindikasi seluruh asset negara sudah dijual kpd asing aseng.
    Jadi kalau mahasiswa demo itu Hak Asasi Manusia bukan buat kerusuhan sbb surat permohonan SI yg ada di Ketua MPR/DPR itu tdk digubris2 pdhl mereka di gaji oleh rakyat dari pajak yg dibayarkan kpd negara.
    Jadi tdk melanggar konstitusi utk demo serta bukan buat kerusuhan itu tadi meminta pertanggungjawaban pemimpin negeri ini yg semakin hari bukannya perekonomian berpihak kpd Rakyat malah menguntungkan asing aseng dan pemimpin negeri ini sudah menghianati bangsanya. Jadi kalau aparat menetapkan tersangka kpd presiden BEM Indonesia sebaiknya seluruh Mahasiswa melayangkan surat kepada Mahkamah International PBB bhw pemerintah & aparat sudah melanggar Hak Asasi Manusia krn demo mahasiswa bukan buat kerusuhan sbb sesuai konstitusional dimana demo utk meminta pertanggungjawaban atas situasi perekonomian & keadaan masyarakat Indonesia, dikarenakan Surat Permohonan SI
    tdk di gubris yg seharusnya Sidang Istimewa dilakukan setelah HUT Kemerdekaan Indonesia. Apalagi ada indikasi penyiksaan oleh aparat…..
    Ini negara bukan milik anda sendiri JKW-JK & aparat kepolisian melainkan milik kami Seluruh Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *