> Catatan Kentingan > Nama itu Nasib!
Ilustrasi oleh Adhy Nugroho. Surel : dhynug@gmail.com

Nama itu Nasib!

BETAPA KEJAMNYA orang-orang yang mengganti kata “Mawar” menjadi “Tinja”. Karena meski bagaimana pun, dua kata tersebut telah digunakan untuk memberi nama dua benda  yang berbeda di bawah satu persetujuan bersama. Mengganti nama “Mawar” menjadi “Tinja” adalah tindakan yang tidakadil. Hal yang bisa kita lakukan adalah member nama  lain untuk Mawar (Bahasa Indonesia) dengan Rose (BahasaInggris) maupun Opgefuer (Luxemburgish).

 

Dalam keadaan tidak mengenal bahasa,  bisa saja kita mempersilakan Alien  untuk memberi nama pada sebuah benda merah yang harum itu – yang kini kita kenal sebagai Mawar – dengan “Tinja”.

 

Rupanya nama dalam masyarakat kita memiliki arti yang lebih dari sekadar pembeda. Entah berisi doa ataupun penanda garis keturunan orang tuanya,  nama secara keji membatasi eksistensi si empunya nama. Juga seringkali jadi tertuduh nomor satu atas ketidakmujuran hidup seseorang. Kusno Sosrodihardjo kecil yang sakit-sakitan misalnya, kemudian diberi nama baru oleh ayahnya menjadi Soekarno.  Nama diyakini mampu member energi kepada yang disematkan.

 

Juga seorang pria Minang bernama Ibrahim, digelari Datuk Tan Malaka, yang kemudian ia hanya menggunakan Tan Malaka (tanpa Datuk)  dalam sisa hidupnya menggantikan nama kecilnya, Ibrahim. Hingga kita tahu bahwa sang  proklamator kita lebih dikenal dengan nama Soekarno, bukan Kusno. Dan penulis Madilog (Materialisme Dialektika dan Logika) adalah Tan Malaka, bukan Ibrahim.

 

 

IHWAL nama, kampus kita yang sudah kepala empat ini juga memiliki cerita menarik.  Dengan menggabungkan delapan perguruan tinggi di Surakarta, yakni Sekolah Tinggi Olahraga Negeri Surakarta, Perguruan Tinggi Pembangunan Veteran Surakarta, Akademi Administrasi Niaga Saraswati, Universitas Cokroaminoto, Universitas Nasional Saraswati, Universitas Islam Indonesia cabang Surakarta, dan dinamai Universitas Sebelas Maret, yang  entah bagaimana disingkat jadi UNS. Bukan Cuma satu, tapi delapan! Delapan nama diubah sekaligus. Betapa hebatnya!

 

Berpuluh-puluh tahun kemudian,  kejadian penggantian nama ganti dialami oleh salah satu fasilitas UNS, yakni Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) yang  sebulan lalu diubah  namanya jadi UNS Inn. Akun Twitter mulanya  bernama Pusdiklat_UNS pun ikut diubah jadi UNSInnSolo.

 

Tentu ini bukan sekadar mengganti nama dari Bahasa Indonesia  menjadi Bahasa Inggris laiknya Mawar menjadi Rose, – yang mungkin – sebuah upaya untuk mendekatkan diri dengan gelar World Class University impian itu. Tapi nyatanya hal ini berbeda. Mengacu pada arti kata “Inn” di Oxford Dictionary yang tidak memperlihatkan kata “Education” yang berarti Pendidikan, maupun “Training” yang berarti Pelatihan, sebagaimana namanya terdahulu.

 

Kata “Inn” pada Oxford Dictionary berarti [usually in names] A pub, typically one in the country, in some cases providing accommodation. Atau [historical] A house providing accommodation, food, and drink, especially for travellers. Kata tersebut memiliki padanan kata dengan tavern, bar, hostelry, atau taproom.

 

Apa ini dikarenakan Pusdiklat UNS sering “sakit-sakitan”? yang akhirnya membutuhkan doa baru berupa UNS Inn, agar hidup kedepannya bisa jadi lebih sehat dan sejahtera?  Atau jangan-jangan, dia sebenarnya memang sudah mendapatkan gelar “Inn”? Seperti seandainya jika Sari Roti benar-benar berhenti menjual roti dan ganti menjual semen, yang  kemudian mengganti namanya menjadi Sari Karst. Nah, jika begitu apakah Pusdiklat UNS  sudah tidak lagi menjual “pusat pendidikan dan pelatihan”?

 

Tapi mungkin saja nama Pusdiklat itu memang tidak mbois, jika kata Udji Kayang A.S seperti dalam esainya yang berjudul Mukadimah. Jika benar begitu, Lho kok seperti lpmkentingan.com yang ganti nama menjadi saluransebelas.com saja. Bedanya,  pergantian nama lpmkentingan.com jadi saluransebelas.com tak bisa menambah pundi-pundi uang.  Juga blas tak ada pengaruhnya dengan PTNBH  (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) lebih-lebih Internasionalisasi. []

 


Adhy Nugroho

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNS 2016. Surel  : dhynug@gmail.com

Baca Juga

Celaka Asmara Mahasiswa Teknik

Oleh: Putih Sejati   DI SIANG YANG TERANG seterang senyummu, kau bisa mendapati bunga angsana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *